Dugaan Korupsi Ganti Rugi Jalan Tol, Hakim Tegur JPU Jangan Pilih Kasih, Harusnya Panitia Disalahkan

Selasa, 4 April 2023
Sidang kasus dugaan korupsi ganti rugi pembayaran lahan Jalan Tol Kayu Agung-Pematang Panggang di Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Palembang, sumselupdate.com – Dihadapan Majelis Hakim yang diketuai Hakim H Sahlan Effendi SH MH, tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel, membacakan langsung berkas dakwaan untuk dua terdakwa di PN Tipikor Palembang, Selasa (4/4/2023)

Kedua terdakwa atas nama Ansilah alias Pendek dan Pete Subur alias Putuk (terpidana kasus pembunuhan).

Kedua terdakwa terjerat kasus dugaan korupsi ganti rugi pembayaran lahan Jalan Tol Kayu Agung-Pematang Panggang di Kabupaten Ogan Komering Ilir, rugikan negara Rp 5,7 milyar.

Usai sidang bacaan dakwaan Majelis Hakim H Sahlan Effendi SH MH,  menegur JPU untuk tidak pilih kasih terkait penetapan tersangka

Advertisements

“Panitia yang seharusnya disalahkan, jangan pilih kasih dan tebang pilih, seperti pihak BPN kemana panitianya kemana mereka,” tegas Hakim.

Menanggapi hal tersebut usai sidang JPU Kejati Sumsel, Azwar Hamid SH MH, mengatakan teguran Hakim tadi nanti pihaknya lihat di fakta persidangan,

“Jadi hukum ini tidak bisa kita prediksi, fakta persidangan nanti apabila ada pihak lain terlibat dalam hal Ini nanti kita akan berkordinasi dengan penyidik bahwa ada peran – peran orang lain untuk d proses seperti itu,” kata JPU

Ia juga mengatakan, dirinya juga tidak bisa berandai – andai karena dirinya disini
sebagai penuntut umum yang memang mendakwa dua terdakwa untuk pembuktian penyimpangan kesalahan yang di lakukan para terdakwa.

Ia juga menyampaikan, dalam dakwaan sudah jelas bahwa kedua terdakwa ini yang mengklaim sebagai pemilik tanah, yang ternyata tanah tersebut menurut peraturan tidak boleh diperjualbelikan.

“Jadi dua terdakwa tersebut tidak berhak menerima ganti rugi, jadi keduanya inilah yang kita dakwa diduga telah merekayasa alat bukti untuk mendapatkan keuntungan dari ganti rugi lahan tol tersebut,” ungkapnya.

Sementara saat membacakan dakwaan JPU terdakwa Ansila bersama-sama dengan terdakwa Pete Subur didakwa melakukan tindak pidana korupsi kegiatan pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol Pematang Panggang-Kayuagung tahun 2016-2018.

Atas perbuatan para terdakwa tersebut yang telah melakukan pembayaran ganti rugi kepada masyarakat yang memang tidak berhak, sehingga menurut hasil perhitungan kerugian negara mencapai Rp5 miliar lebih.

Oleh karena itu, kedua terdakwa oleh JPU Kejati Sumsel dijerat dengan Pasal 2 atau Pasal 3 Undang-Undang tentang Tipikor, dengan ancaman pidana maksimal 20 tahun penjara. (Ron)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.