Baturaja, Sumselupdate.com – Dua kubu yang mengatasnamakan masyarakat Kecamatan Lengkiti terpecah, yakni Gerakan Rakyat dan Pemuda (Garda) dan Barisan Pemuda Lengkiti Bersatu (BPLB). Pasalnya, dua kubu ini ada yang pro dan kontra terkait rencana pembangunan PT Gunung Pantara Barisan (PT GPB) di kecamatan tersebut. Kedua kubu ini pun Selasa (17/5) pagi, bertemu di kantor DPRD OKU.
Sekertaris jendral Garda Azwar Arifin MPdi, saat diwawancarai wartawan sesaat hendak masuk ke gedung DPRD OKU, menyatakan kedatangan pihaknya bersama masyarakat serta para kades guna menyatakan sikap mendukung pembangunan PT GPB.
“Kita mendukung pembangunan PT GPB, karena suatu keberuntungan bagi masyarakat dan seluruh elemen sebab bisa meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” kata Azwar, Selasa (17/5) pagi.
Atas nama masyarakat Lengkiti khususnya warga Ring Satu yakni Desa Bandar Jaya dan Desa Umpan, kata dia, pihaknya menyampaikan tujuh poin nota dukungan. Di antaranya jika ada yang meneriakkan menolak atas pembangunan itu, maka pihaknya tegaskan itu bukan suara masyarakat Lengkiti seutuhnya, terkhusus masyarakat Desa Umpan dan Desa Bandar Jaya.
Jika pun di kemudian hari, lanjut Azwar, perusahaan tersebut tidak memenuhi komitmennya, mereka pun selaku bagian dari masyarakat Lengkiti yang tergabung dalam Garda OKU siap mengingatkan kembali dan turun membela rakyat.
“Kami Garda siap maju di depan jika PT GPB tidak mensejahterakan masyarakat Lengkiti dan tak memenuhi janji,” ucap Azwar. Dia pun mengatakan, pihaknya sudah mengumpulkan tanda tangan dari sebanyak 300 warga masyarakat.
Sementara itu, menurut informasi yang berhasil dihimpun, Barisan Pemuda Lengkiti hari ini pun akan mendatangi anggota DPRD OKU. Pantauan di lapangan, pihak Pol PP dan Polisi menjaga ketat gedung DPRD OKU. (yan)











