Dua Kali Bacok Kepala Polisi, Bandar Narkoba di Sungai Rotan Muaraenim Ditembak Mati

Bripka Sudarsih saat mendapatkan perawatan di Puskesmas Sukarami, Kecamatan Sungai Rotan, Muaraenim, Sumsel.

Laporan Syahrial Hadi

Muaraenim, Sumselupdate.com – Selesai sudah sepak terjang Jojon, warga Desa Sukadana, Kecamatan Sungai Rotan, Kabupaten Muaraenim, Sumatera Selatan (Sumsel) di dunia hitam.

Bacaan Lainnya

Bandar narkoba ini ditembak mati setelah nyaris menghabisi nyawa anggota polisi yang hendak menyergap di kediaman pelaku, Sabtu (27/2/2021), sekitar pukul 16.35 WIB.

Anggota Polri yang terluka itu adalah Bripka Sudarsih. Korban mengalami luka bacokan senjata tajam jenis parang di bagian kepala.

Akibat luka sabetan parang tersebut, Bripka Sudarsih yang bertugas di Polsek Sungai Rotan ini harus menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara Palembang.

Kapolres Muaraenim AKBP Danny Sianipar, SIK melalui Kapolsek Sungai Rotan Iptu Gunawan Sahferi, SH, MPd kepada Sumselupdate.com, Minggu (28/2/2021), mengatakan, penggrebekan tersangka Jojon ini berawal informasi dari masyarakat jika ada transaksi narkoba di rumah pelaku di Desa Sukadana, Kecamatan Sungai Rotan, Kabupaten Muaraenim,

Selanjutnya Kapolsek Sungai Rotan Iptu Gunawan Sahferi, SH, MPd menginstruksikan anggotanya Aipda M Jauhari beserta personelnya untuk melakukan penyelidikan kebenaran informasi tersebut.

Bripka Sudarsih saat mendapatkan perawatan di Puskesmas Sukarami, Kecamatan Sungai Rotan, Muaraenim, Sumsel.

Setelah mendapatkan informasi jika di rumah tersangka sering dijadikan tempat transaksi narkoba, kemudian petugas melakukan upaya pengintaian.

Tepat pada Sabtu (27/2) sore, petugas melakukan penggerebekan di rumah tersangka. Benar saja, setelah sampai di dalam rumah, tersangka Jojon sedang duduk di dalam rumahnya bersama dua orang rekannya.

Mengetahui yang datang anggota kepolisian, tersangka Jojon dan dua orang rekannya melarikan diri dari tempat mereka berkumpul.

Melihat buruannya hendak kabur, tersangka Jojon berhasil dihadang petugas saat hendak berlari kearah dapur belakang rumahnya

Namun saat hendak diamankan dan dilakukan penggeledahan, tersangka Jojon melakukan perlawanan dengan menyerang Bripka Sudarsih dengan parang.

Mendapat serangan mendadak, Bripka Sudarsih menghindar dan berusaha mendekap tubuh tersangka.

Namun tersangka masih terus memberontak dan  mengayunkan parang yang digenggamnya ke arah Bripka Sudarsih.

Dalam hitungan detik, parang yang dihunuskan pelaku berhasil mengenai kepala Bripka Sudarsih.

Bacokan tersebut ternyata tak menghentikan langkah Bripka Sudarsih untuk melumpuhkan tersangka.

Melihat korban terus melawan, tersangka kembali mengayunkan parangnya dan membacok lagi kepala Bripka Sudarsih yang kedua kalinya sambil meneriaki petugas rampok.

Mendengar teriakan tersebut Aipda Jauhari yang sedang melakukan penggeledahan segera mendatangi Bripka Sudarsih untuk melakukan pertolongan

Melihat Bripka Sudarsih sudah bersimbah darah di bagian kepalanya, petugas kemudian berusaha melakukan tindakan tegas terhadap Jojon.

Selanjutnya tersangka Jojon dan Bripka Sudarsih dilarikan ke puskesmas untuk dilakukan pertolongan medis.

Namun takdir berkata lain. Sekitar pukul 18.35 Wib, tersangka Jojon meninggal dunia setelah dilakukan perawatan oleh petugas Puskesmas Sukarami, Kecamatan Sungai Rotan lantaran kehabisan darah.

Sedangkan Bripka Sudarsih yang mengalami luka bacok segera dirujuk ke RS Bhayangkara Palembang untuk mendapatkan perawatan secara intensif.

Barang bukti dalam pengrebekan yang diamankan petugas.

Dalam penyergapan tersebut, petugas berhasil mengamankan 25 paket berisikan narkotika jenis shabu-shabu dengan berat bruto 7,03 gram, dua butir narkotika jenis ekstasi dengan berat bruto 0,96 gram, satu buah timbangan digital, dan satu bilah parang dengan gagang warna coklat ukuran 45 sentimeter.

Kapolsek Sungai Rotan Iptu Gunawan menambahkan, dari catatan kepolisian, tersangka Jojon merupakan residivis kasus pencurian dengan pemberatan yang sangat meresahkan masyarakat.

Catatan lain, tersangka merupakan resedivis kasus penyerangan personel Polsek Sungai Rotan pada tahun 2010 dan tersangka telah menjalani proses hukum atas tindakannya tersebut. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.