DPRD Sumsel Gelar Paripurna dengan Agenda Penjelasan Gubernur Sumsel Terhadap Empat Raperda

Senin, 14 Februari 2022
Suasana Rapat Paripurna XLVI dengan agenda penjelasan Gubernur Sumsel terhadap empat Raperda usulan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel, Senin (14/2/2022).

Palembang, Sumselupdate.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar Rapat Paripurna XLVI dengan agenda penjelasan Gubernur Sumsel terhadap empat Raperda usulan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel.

Rapat Paripurna dipimpin langsung oleh ketua DPRD Provinsi Sumsel Hj RA Anita Noeringhati, SH, MH, Senin (14/2/2022).

Read More
Ketua DPRD Sumsel Hj RA Anita Noeringhati, SH, MH.

Dalam rapat paripurna itu, penjelasan Gubernur Sumsel dibacakan oleh Wakil Gubernur Sumsel, H Mawardi Yahya.

Ia membacakan 4 Raperda usulan Provinsi Sumsel meliputi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Retribusi  Penggunaan Tenaga Kerja Asing. Dimana menurut Wagub Mawardi setelah ditetapkannya undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, Undang-undang Nomor 1 Tahun 2202 tentang hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, dan peraturan pemerintah nomor 34 tahun 2201 tentang penggunaan tenaga kerja asing.

Wakil Gubernur Sumsel H Mawardi Yahya.

Serta surat edaran menteri ketenagakerjaan Nomor M/8/HK.04/VI/2021 tentang penyesuaian peraturan daerah mengenai retribusi daerah yang berasal dari pembayaran dana kompensasi penggunaan tenaga kerja asing.

“Bahwa pemerintah daerah diminta untuk segera melakukan penyesuaian peraturan daerah yang mengatur retribusi daerah yang berasal dari pembayaran dana kompensasi penggunaan tenaga kerja asing (DKPTKA) atas pengesahan rencana penggunaan tenaga kerja asing (RPTKA),” ungkapnya.

Selanjutnya, Rencana Peraturan Daerah Tentang pencabutan Perda Nomor 6 Tahun 2020 Tentang Pengelolaan Hutan Produksi dan Hutan Lindung di Provinsi Sumatera Selatan.

Sekretaris DPRD Sumsel Ramadhan S Basyeban, SH, MM.

Mawardi menegaskan, pencabutan Perda tersebut dilakukan dengan beberapa pertimbangan terhadap peraturan perundang-undangan sektor kehutanan sebagai turunan dari Undang-Undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

“Berdasarkan turunan dari UU tentang cipta kerja, kami memandang perlu mengusulkan pencabutan Perda Nomor 6 Tahun 2020 tentang pengelolaan hutan produksi dan hutan lindung,” tegasnya

Sedangkan untuk rencana Peraturan Daerah Tentang Jasa Kontruksi, Mawardi menuturkan, rancangan Perda ini diajukan agar dapat memberikan arah pertunbuhan dan perkembangan jasa kontruksi di Provinsi Sumsel serta terwujudnya struktur usaha yang kokoh handal dan berdaya saing tinggi.

Suasana Rapat Paripurna XLVI dengan agenda penjelasan Gubernur Sumsel terhadap empat Raperda usulan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel, Senin (14/2/2022).

“Berdasarkan hal tersebut sejalan dengan tujuan pembangunan daerah yaitu mewujudkan pembangunan yang merata dan berkeadilan perlu dimulai dari perencanaan yang tepar sasaran, taat pada peraturan perundang-undangan, efektif dan efisien, ekonomis, transparan, bertanggung jawab serta keadilan sesuai dengan asas umum,” terangnya.

Untuk yang terakhir Wagub membacakan penjelasan Raperda terkait, Rancangan Peraturan Daerah Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2014 Tentang Pemberian Insentif dan Pemberian Kemudahan Penanaman Modal.

Wagub menerangkan Raperda tersebut dianukan dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 19 Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tagun 2018 tentang Pemberian Insentif dan Kemudahan Investasi di Daerah sebagai pengganti Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2008, yang mewajibkan Pemerintah Provinsi untuk membentuk Perda tentang Perubahan atas Perda Nomor 3 Tahun 2014.

Suasana Rapat Paripurna XLVI dengan agenda penjelasan Gubernur Sumsel terhadap empat Raperda usulan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel, Senin (14/2/2022).

“Berdasarkan hal tersebut kami memandang perlu untuk mengusulkan perubahan Perda ini, agar dapat memberi kepastian hukum dan sebagai upaya untuk meningkatkan investasi dan kemudahan berusaha, mendukung pertumbuhan ekonomi serta mendorong peran serta masyarajak dan sektor swasta dalam pembangunan daerah,” jelasnya.

Di akhir sambutannya, ia berharap agar keempat Raperda usulan Pemprov tersebut dapat dibahas dan ditanggapi melalui tahapan pembicaraan dalam Rapat Paripurna selanjutnya dan mendapatkan persetujuan bersama untuk ditetapkan.

“Sehubungan dengan hal tersebut diharapkan kiranya empat Raperda ini dapat dibahas melalui tahapan pembicaraan lanjutan, sehingga nanti bisa diputuskan bersama guna menjadi Perda dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” pungkasnya.

Turut hadir pula dalam rapat tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel Ir SA Supriono, Danpomdam yang diwakili oleh Kasigakkum Pomdam II Sriwijaya Mayor Cpm Ibraham, Danlanud yang diwakili oleh Kasikomsosdirga Mayor Kes Kgs Sidik. (rel)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts