DPR Minta Pemerintah Hentikan Seleksi PPPK Guru Tahap 3

Wakil Ketua Komisi X DPR, Dede Yusuf.

Jakarta, sumselupdate.com – Komisi X DPR RI membidangi urusan pendidikan, meminta agar seleksi tahap 3 Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk formasi guru yang rencananya akan berlangsung  September 2022 segera dibatalkan.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi X DPR, Dede Yusuf mengatakan,  sejauh ini hasil seleksi PPPK guru, mulai dari tahap 1 hingga 2 yang berlangsung pada tahun 2021 masih menyisahkan segudang masalah dan tak kunjung selesai.

Bacaan Lainnya

“Sekarang mau ada gelombang ketiga. Kami mencoba mengatakan stop, stop, stop. Gelombang ketiga dipending dulu karena di gelombang 1 dan  2 masih menyisakan masalah,” ujar  Dede Yusuf saat dikonfirmasi, Rabu (3/8/2022).

Menurut Politisi Partai Demokrat itu, setidaknya terdapat tiga masalah dari pelaksanaan seleksi PPPK guru tahap 1 dan 2. Yang pertama, permasalahan terkait formasi,  banyaknya guru sekolah negeri yang tersisih oleh guru sekolah swasta. Guru honorer sekolah negeri digantikan guru sekolah swasta karena lulus seleksi PPPK.

“Akibatnya, guru swasta hijrah besar-besaran ke sekolah negeri. Sedangkan guru honorer sekolah negeri yang sudah lama mengabdi tidak mendapatkan tempat karena tak lulus passing grade (PG) pada seleksi PPPK, baik tahap 1 maupun tahap 2,” jelasnya.

Sedangkan masalah ke tiga, terkait nasib para guru honorer yang telah dinyatakan lulus passing grade, namun hingga kini tak kunjung mendapatkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan PPPK dari kepala daerah atau Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK).

“Oleh karena itu, kami mengatakan, gelombang 3 tolong diperbaiki terlebih dahulu agar  masalah di tahap 1 dan 2 ini diclearkan dulu, baru boleh membuka seleksi PPPK tahap 3,” tegas Dede Yusuf.

Sebelumnya pada (28/6/2022) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Ad Interim Mahfud MD dalam Rapat Kerja dengan Komisi II DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta menyatakan seleksi PPPK tahun 2022 akan kembali dibuka, dengan total formasi  1.086.128 orang.

Rencananya rekrutmen tahun ini diprioritaskan untuk seleksi PPPK guru, yaitu sebanyak 758.018 kuota dialokasikan untuk PPPK guru di pemerintahan daerah.

Sementara PPPK fungsional non-guru mendapat porsi 184.239. Di tingkat pusat, PPPK guru ada 45 ribu formasi, dosen 20 ribu formasi, dokter atau tenaga kesehatan 3.000 formasi, jabatan teknis lain. 25.554 formasi. (duk)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.