Palangkaraya, Sumselupdate.com — Wakil Ketua Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, dr. Hj. Erni Daryanti, M.Biomed., secara tegas menyatakan komitmen penuh lembaga perwakilan daerah untuk mengawal implementasi Program Sekolah Rakyat.
Dukungan ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memastikan setiap anak bangsa, terutama di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), mendapatkan akses pendidikan dasar yang layak dan berkualitas.
Dukungan ini merupakan langkah strategis untuk memastikan setiap anak bangsa, tanpa terkecuali, mendapatkan akses pendidikan dasar yang layak dan berkualitas.
Komite III DPD RI, yang memiliki lingkup tugas di bidang pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial, memandang Program Sekolah Rakyat sebagai inisiatif krusial dalam mewujudkan amanat konstitusi.
dr. Hj. Erni Daryanti mengatakan, pendidikan adalah hak dasar dan kunci utama untuk memutus rantai kemiskinan. Program Sekolah Rakyat harus menjadi prioritas nasional karena secara langsung menyentuh masyarakat di lapisan paling bawah, terutama di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar).
“Kami di Komite III DPD RI akan terus mendorong Pemerintah Pusat dan Daerah untuk mengalokasikan sumber daya memadai, baik dari sisi infrastruktur, tenaga pengajar, maupun kurikulum yang relevan. Sekolah Rakyat bukan sekadar bangunan, tetapi pusat pembangunan karakter dan masa depan bangsa,”ujar Erni di Palangkaraya, Jumat (17/10/2025).
Menurut Erni, fokus utama dukungan pemerataan Infrastruktur: Mendukung percepatan pembangunan dan rehabilitasi gedung Sekolah Rakyat di wilayah pelosok yang masih minim fasilitas.
Mendukung kualitas guru, meningkatkan insentif dan pelatihan berkelanjutan bagi pendidik yang bertugas di Sekolah Rakyat.
Dikatakan, program ini dipastikan menjangkau anak-anak yang putus sekolah atau kesulitan mengakses pendidikan formal.
dr. Erni Daryanti juga menekankan pentingnya sinergi antara DPD, Pemerintah Daerah, dan seluruh elemen masyarakat untuk mengawal keberhasilan Program Sekolah Rakyat, menjadikannya solusi nyata bagi ketimpangan pendidikan di Indonesia.(duk)











