Lubuklinggau, Sumselupdate.com – Berbagai strategi dilakukan pengurus partai politik (parpol) dalam meraih hasil maksimal pada Pemilihan Legislatif (Pileg) nantinya. Mulai dari isu strategis dalam rangka menggaet suara pemilih, hingga menempatkan calon legislatif potensial yang dinilai mampu terpilih di daerah pemilihan (dapil) masing-masing.
Wajar saja, karena secara hitungan politik, hasil dari Pileg merupakan salah satu kunci utama bagi pengurus parpol dalam menentukan langkah dan sikap politik selanjutnya pada Pilkada, Pilgub dan Pilpres.
Adalah DPC Partai Gerindra Kota Lubuklinggau terus meracik strategi jitu dalam mewujudkan target politik pada pileg nantinya. Target menduduki kursi Ketua DPRD Kota Lubuklinggau selama lima tahun kedepan menjadi barometer dalam pergulatan pileg.
“Target kami kursi ketua pimpinan DPRD. Dan itu bukan sekadar target, tapi harus diwujudkan oleh segenap pengurus, kader dan simpatisan partai,” ujar Ketua DPC Gerindra Kota Lubuklinggau, Hendri Juniansyah saat diwawancarai Sumselupdate.com di ruang kerjanya, Senin, (16/1/2023).
Menurut Wakil Ketua DPRD Kota Lubuklinggau ini, secara hitungan raihan kursi yang didapatkan DPC Partai Gerindra di DPRD Kota Lubuklinggau dari setiap pileg mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Dimana pada pileg tahun 2009 meraih satu kursi, pileg 2015 meraih 3 kursi dan pileg 2019 meraih 5 kursi.
“Nah pileg nanti target enam kursi,” tegasnya.
Selain penguatan di internal DPC Partai Gerindra Kota Lubuklinggau, Hendri mengungkapkan salah satu strategi yang dilakukan adalah menggaet para caleg eksternal potensial (diluar partai).
“Cukup banyak kalangan dari mantan ASN, politisi, pengusaha, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan lainnya yang ingin ikut bergabung di Partai Gerindra. Kami selalu terbuka dan jemput bola bagi siapa saja yang ingin bergabung dalam rangka memenangkan Partai Gerindra,” tukasnya.
Dalam kesempatan itu Hendri mengimbau, seluruh pengurus, kader dan simpatisan DPC Gerindra Kota Lubuklinggau harus turun ke tengah masyarakat untuk menjaring aspirasi dari bawah. “Tampung semua masukan dari masyarakat, sebab investasi sosial itu menjadi modal dasar dalam meraih suara pemilih,” pungkasnya. (**)











