Palembang, Sumselupdate.com – Ridho Saputra (11) bocah malang yang digigit 7 anjing liar saat bermain layang-layang di sekitar kediamannnya di Jalan Abi Kusno, Kelurahan Kemang Agung, Kecamatan Kertapati, Palembang beberapa waktu lalu.
Namun, pasca kejadian ini Pihak Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (DP2K) Kota Palembang sepertinya belum mau bertemu dengan Ridho. Pasalnya, meski sudah datang ke Rumah Sakit Umum Daerah Palembang Bari, namun pihak DP2K enggan menyambangi kamar isolasi ruang G18 tempat korban dirawat.
Bahkan usai menemui pihak RSUD, pihak DP2K memilih untuk langsung pulang. Saat dimintai konfirmasi, Kepala Bidang Peternakan DP2K Novayanti mengatakan kedatangannya ke RSUD Palembang Bari untuk membesuk korban dan melihat kondisi bocah malang tersebut sembari berkoordinasi dengan pihak rumah sakit.
“Kejadian ini sangat di luar kendali kita. Sebab sebelumnya, tidak ada laporan terkait adanya anjing liar di kawasan tersebut,” katanya.
Minimnya laporan tersebut lanjut dia, menyebabkan kendala dalam pengendalian hewan liar di pemukiman penduduk. Sehingga pihak DP2K hanya melakulan pengemdalian berdasarkan apa yang dilihat di lapangan.
“Kedepan kami meminta kerjasama lurah dan camat setempat. Kami tidak bisa bekerja sendiri. Untuk kejadian ini kami datang langsung. Kami harap ada laporan, sebab bagaimana bisa berkoordinasi dengan baik kalau tidak ada laporan dari pemerintah setempat,” terangnya.
Masih kata dia, sejauh ini tugas dan fungsi DP2K sudah dijalankan dengan sebagai mana mestinya. Baik dalam pengendalian, pemberian vasinasi gratis, maupun survey langsung ke lapangan.
Lurah Kemang Agung, Rita Yuniarti mengatakan, permasalahan ini merupakan tanggung jawab seluruh pihak terkait dan jangan saling menyalahkan serta harus tanggung jawab bersama untuk menghadapi hal tersebut. (tra)











