Lahat, Sumselupdate.com – Dosen Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) FKIP Universitas Sriwijaya (Unsri) kembali menggelar Pengabdian Pada Masyarakat (PPM).
PPM yang diketuai oleh Dra Rukiyah, MPd dengan anggota Taruni Suningsih, MPd, Mahyumi Rantina, MPd, dan Akbari, MPd serta anggota dari para mahasiswa dalam bentuk pelatihan dan pendampingan pembuatan alat permainan edukatif pada IKM Bermain bagi Guru TK di Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatra Selatan, Sabtu (16/9/2023).
Kegiatan yang dipusatkan di Aula SPNF-SKB Kabupaten Lahat dibuka Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lahat, Drs H Sudirin, MM serta dihadiri oleh 20 orang guru TK Lahat.
Kegiatan PPM ini mengikutsertakan mahasiswa Prodi PG-PAUD FKIP Unsri Angkatan tahun 2021 sebagai bagian fasilitator dari rangkaian kegiatan PPM Skema Perkuliahan Desa yang didanai oleh PNBP Unsri tahun 2023.
Pada kesempatan tersebut, Ketua PPM, Dra Rukiyah, MPd menjelaskan tema kegiatan ini berkaitan dengan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) pada tingkat PAUD yang hakikatnya dilaksanakan melalui kegiatan bermain yang bermakna dan menyenangkan.
Baca Juga: Kajati Sebut Ada Keterlibatan Pemerintah Daerah Kasus Mangkraknya Pasar Cinde
“Sehingga IKM perlu disandingkan dengan konsep bermain bagi anak usia dini. Namun pada praktiknya, anak belum sepenuhnya Merdeka dalam Bermain. Konsep bermain hanya digunakan sebagai bagian dari kegiatan istirahat sejenak, setelah anak lelah belajar (calistung). Padahal anak akan mudah mempelajari sesuatu hal melalui aktivitas bermain. Pada saat bermain, jaringan otak anak terbentuk dengan cepat, memperkuat insting, dan mengembangkan seluruh aspek perkembangan anak,” jelasnya.
Dra Rukiyah, MPd mengatakan aktivitas bermain membutuhkan media untuk bermain, sehingga untuk menciptakan aktivitas bermain yang bermakna diperlukan alat permainan yang dapat mencapai tujuan dari aktivitas bermain tersebut.
Alat bermain itulah yang disebut dengan Alat Permainan Edukatif (APE) yang berfungsi mengembangkan aspek-aspek perkembangan anak usia dini.
Selain itu APE dapat digunakan dengan berbagai cara, bentuk, dan untuk bermacam tujuan aspek perkembangan (multiguna) dan aman (tidak berbahaya), serta dapat dirancang untuk mendorong aktivitas dan kreativitas bagi anak.
Baca Juga: Beraksi di Toko Pakaian, Copet Wanita Terekam Kamera CCTV Curi Uang Rp3,3 Juta Dalam Dompet
Senada dikatakan anggota PPM, Taruni Suningsih, MPd. Menurutnya, pada IKM Bermain, guru perlu merancang dan membuat APE dengan mengintegrasikan 3 elemen stimulasi, yakni elemen nilai agama dan budi pekerti, jati diri serta dasar-dasar literasi, matematika, sains, teknologi, rekayasa, dan seni.
Ketiga elemen tersebut merupakan hasil elaborasi dari aspek-aspek perkembangan bagi anak usia dini dan nilai-nilai pancasila sebagai dalil yang bersifat mutlak untuk kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
“Guru TK yang kreatif akan mampu mengimplementasikan Kurikulum Merdeka Bermain melalui pembuatan APE yang inovatif. Guru TK tidak akan kehabisan ide untuk menciptakan kreativitas dalam membuat APE pada IKM Bermain. Karena guru TK juga berperan sebagai fasilitator yang dapat membantu anak untuk menemukan potensi diri dan mengembangkan kemampuan anak dalam menumbuhkan karakter dan kompetensi Profil Pelajar Pancasila,” timpal anggota PPM, Mahyumi Rantina, MPd.
Sementara itu, anggota PPM lainya, Akbari, MPd menyimpulkan dengan APE yang kreatif, inovatif, tepat sasaran, dan sesuai dengan capaian pembelajaran pada Kurikulum Merdeka, maka IKM Bermain dapat dengan efektif dan efisien diterapkan pada tingkat PAUD.
“Anak akan belajar dengan Merdeka melalui aktivitas bermain yang didukung dengan penggunaan APE yang tepat, sehingga akan dengan mudah terbentuk Profil Pelajar Pancasila pada anak usia dini,” ujarnya. (**)











