Dorong Perkembangan Perikanan, Enos Launching Kampung Patin

Kamis, 2 Desember 2021
Gubernur Sumsel H Herman Deru yang diwakili Asisten Administrasi dan Umum Drs Nelson Firdaus, MM memukul gong tanda di-launchingnya Kampung Budidaya Ikan Patin di Kabupaten OKU Timur, Kamis (2/12/2021).

Laporan Rahmat Agusman

Martapura, Sumselupdate.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan meresmikan Kampung Budidaya Ikan Patin di Kabupaten OKU Timur, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Read More

Peresmian ini untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas tinggi sesuai permintaan pasar melalui intensifikasi dan ekstensifikasi.

Launching kampung budidaya ikan patin digelar di Desa Sidorahayu, Kecamatan Belitang, Kabupaten OKU Timur, Kamis (2/12/2021).

Bupati OKU Timur H Lanosin Hamzah, ST mengatakan, dari 17 kabupaten di Sumsel, hanya OKU Timur mempunyai potensi ikan air tawar yang tinggi.

Tentunya sebagai kepala daerah dirinya siap mensukseskan baik dengan dukungan program kampung ikan patin maupun pembangunan infrastrukturnya.

“Kita ketahui bersama bahwasannya Kementerian Kelautan dan Perikanan memiliki program unggulan. Salah satunya pengembangan kampung-kampung perikanan budidaya berbasis kearifan lokal, juga sebagai titik tolak pembangunan desa,” katanya.

Dikatakan Bupati, jika rencana awal pengembangan kampung budidaya perikanan di Indonesia yaitu di sembilan kabupaten atau kota.

Namun dikarenakan adanya kebijakan pemerintah maka pengembangan kampung budidaya perikanan ditetapkan menjadi enam lokasi penerima se-Indonesia.

“Pemerintah Kabupaten OKU Timur sangat bersyukur dan berbangga terhadap keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 64 tahun 2021. Tentang ditetapkannya OKU Timur sebagai salah satu dari enam kabupaten di Indonesia sebagai kampung perikanan budidaya dengan komoditas ikan patin,” ucapnya.

Dengan di-launching Kampung Patin ini, pembangunan ekonomi perikanan budidaya di OKU Timur yang berbasis kearifan lokal dan komoditas unggulan yang dilaksanakan dengan mensinergikan berbagai potensi.

Hal ini tidak lain untuk mendorong berkembangnya sistem dan usaha perikanan budidaya yang berdaya saing dan berkelanjutan. Serta dengan menggerakkan  masyarakat dan difasilitasi oleh pemerintah, sehingga mampu menjamin produksi yang berkelanjutan dan terjadwal.

“Sebanyak 208 kelompok perikanan siap mendukung keberhasilan pelaksanaan kampung perikanan budidaya sebagai kawasan potensial yang menjadi sentra produksi komoditas unggulan perikanan budidaya ikan patin dengan tingkat produksi, produktivitas dan kualitas tinggi sesuai permintaan pasar melalui intensifikasi dan ekstensifikasi.

Sementara itu, Gubernur Sumsel H Herman Deru yang diwakili Asisten Administrasi dan Umum Drs Nelson Firdaus, MM dalam sambutan mengatakan, Sumsel merupakan nomor empat penyumbang ikan patin terbesar di Indonesia.

“Sekarang ini OKU Timur mengembangkan budidaya ikan patin. Oleh sebab itulah pemprov Sumsel mengapresiasi dan kami akan terus mengembangkan budidaya patin ini,” jelasnya.

Dengan diresmikannya Kampung Ikan Patin ini, maka Kabupaten OKU Timur telah menjadi yang terdepan di bidang perikanan dan bisa contoh bagi kabupaten lain.

“Semoga di-launching Kampung Ikan Patin ini berjalan dengan lancar dan dapat bermanfaat bagi masyarakat,” harapnya.

Deputi Bidang Perkoperasian dan UKM Ahmad Zabadi, SH, MM mengatakan, dengan di-launching-nya Kampung Patin ini, ke depan Kabupaten OKU Timur bisa menjadi role model bagi kabupaten lainnya.

Pada kesempatan itu dirinya menyampaikan bahwa sudah cukup lama pertanian nelayan tambak bergelut di bidang usaha yang begerak dalam hajat hidup orang banyak.

Pada umumnya petani mengalami keterbatasan, yakni keterbatasan lahan dan kedua 72 persen petani kita mayoritas hanya lulus sekolah dasar.

“Maka perlunya coorporation pertanian secara penuh, karena akses penjualan baik, penyediaan bibit yang berkualitas baik bisa melalui koperasi. Konsep cooperasi pertanian melalui koperasi terdapat dua skema. Skema pertama koperasi bisa membeli hasil pertanian dan perikanan. Sehingga petani tidak terjebak dengan tengkulak. Kedua investasi simpan pinjam yang di mana bunganya di bawah perbankan,” jelasnya.

Direktur Pakan dan Obat Ikan Ir Ujang Komarudinn, AK, MSc menjelaskan, kalau melihat data yang ada luas lahan yang ada di OKU Timur seluas 1.200 hektar.

Dengan hasil produksi 37 ton selama satu tahun dan ini merupakan potensi yang luar biasa.

“Ini satu-satunya Kampung Patin yang ditetapkan oleh Kementrian Perikanan se-Indonesia. Selamat dan mudah-mudahan semakin meningkatkan produktifitas. Serta meningkatkan semangat perikanan sehingga memperoleh pendapat,” katanya

Dia berharap tahun depan tidak ada recofusing. Namun demikian, pihaknya sudah mengalokasikan anggaran sebanyak Rp15 miliar.

“Insyaa Allah tahun depan dapat dikucurkan untuk mendukung pengembangan kampung budidaya ikan patin. Jadi jika nanti anggara sudah disalurkan agar kira dapat dimanfaatkan sebagaimana semestinya. Supaya pengembangan kampung budidaya ikan patin ini dapat menjadikan OKU Timur maju lebih mulia,” pungkasnya. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts