Dominan Usia Produktif, Indonesia Berpotensi Jadi Pemain Kunci Sektor Syariah

Pembukaan WIEF (World Islamic Economic Forum) di JCC Jakarta, Selasa (2/8).

Jakarta, Sumselupdate.com– Indonesia merupakan negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, dengan jumlah penduduk lebih 250 juta dan lima puluh persen populasinya masuk usia produktif, di bawah 30 tahun. Potensi tersebut, menurut Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dapat membuat Indonesia menjadi penggerak utama pertumbuhan berkelanjutan (sustainable growth).

“Dengan kelas menengah yang besar dan pekerja yang terdidik, WIEF (World Islamic Economic Forum) sangat tepat menjadikan Indonesia sebagai pemain kunci yang potensial dalam sektor syariah, termasuk keuangan syariah, bisnis halal, serta fesyen, dan industri kreatif,” kata Sri Mulyani saat memberikan sambutan dalam WIEF ke-12 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Selasa (2/8).

Selanjutnya, dengan memilih tema “Decentralising Growth & Empowering Future Business” yang menggarisbawahi pentingnya peran dari UMKM dan menstimulasi pertumbuhan ekonomi, menurut Sri Mulyani, ada 3 (tiga) langkah sangat penting yang mesti dilakukan WIEF.

Pertama, menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah-swasta, yang artinya memberikan harapan yang tinggi kepada kerja sama pemimpin negara, pembuat kebijakan, dan pengusaha khususnya UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah), pebisnis start up, dan penemu (inventor).

Kedua, pemerintah dan swasta harus mendorong inovasi. Menurutnya, bisnis berbasis komunitas yang ditunjang pembangunan teknologi digital terbukti telah mampu meningkatkan perekonomian.

Ketiga, mentransformasi semuanya menjadi langkah konkrit. Menkeu menegaskan, kebijakan, strategi, dan diskusi hanya akan menguntungkan semua pihak jika selalu ditransformasikan ke usaha yang menguntungkan.

Pada kesempatan yang sama, Mantan Menkeu yang kini menjabat Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional  (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengemukakan bahwa setelah beberapa tahun kemunculannya, infrastruktur syariah di Indonesia kini semakin solid. Saat ini ada 35 bank syariah, 53 perusahaan takaful, 6 modal ventura, 1 pegadaian, lebih dari 5.000 institusi keuangan mikro, dan 22 juta konsumen loyal di seluruh Indonesia.

Karena itu, Bambang menilai, sekarang saatnya pemerintah Indonesia dengan pembuat kebijakan keuangan mengembangkan sistem keuangan syariah untuk dimensi pasar yang lebih luas lagi.

Sementara itu, Forum Ekonomi Islam Dunia atau World Islamic Economic Forum (WIEF) ke-12 yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta,  dan diikuti sekitar 2.500 peserta telah dibuka oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), pada Selasa (2/8) pagi. (shn)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.