UNDANGAN menunaikan ibadah haji langsung dari Kerajaan Arab Saudi menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi selebgram dan kreator TikTok Alwi Fahry.
Di balik kesempatan tersebut, Alwi mengisahkan perjalanan hidup yang menurutnya tidak terlepas dari keyakinan kepada Allah, bakti kepada orang tua, berbagi dengan keluarga, serta menjaga kebiasaan bersedekah.
Kisah tersebut disampaikan Alwi di hadapan para santri Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an, Daarul Mansur, serta jamaah Kajian Cahaya Surat Waqiah (CSW), Ahad (20/9/2026).
Kegiatan itu turut dihadiri Wirda Mansur dan ayahnya, Gurunda KH Yusuf Mansur.
Dalam kesempatan tersebut, Alwi mengajak generasi muda untuk berani memiliki cita-cita dan harapan besar. Menurut dia, keinginan tersebut harus dibarengi keyakinan kepada Allah.
“Jangan pernah takut untuk berharap dan bermimpi, ada Allah,” kata Alwi.
Selain soal cita-cita, Alwi juga membagikan pandangannya mengenai pentingnya berbakti kepada orang tua. Menurut dia, berbakti tidak selalu harus diwujudkan dalam bentuk materi.
Mendengarkan cerita dan keluh kesah orang tua, menemani mereka, hingga membantu ketika mereka lelah, menurut Alwi, merupakan bentuk perhatian yang memiliki nilai kebaikan.
“Nyenengin orang tua gak mesti dengan materi. Kita dengerin keluhannya setiap hari, mijetin mereka kalau lagi capek aja itu insyaAllah jadi pahala,” tuturnya.
Perhatian Alwi kepada keluarga juga diwujudkan dengan memberangkatkan sekitar 21 anggota keluarganya untuk menunaikan ibadah umrah.
Sang ibu turut mendampingi perjalanan tersebut. Namun, Alwi justru tidak dapat ikut karena mengalami sakit ketika keluarganya berangkat ke Tanah Suci.
Kesempatan untuk beribadah bersama keluarga itu akhirnya harus ditunda. Namun, beberapa waktu kemudian, Alwi mendapatkan kesempatan yang tidak disangka-sangka.
Pada 2026, ia memperoleh undangan untuk menunaikan ibadah haji langsung dari Kerajaan Arab Saudi.
Kesempatan tersebut menjadi pengalaman yang membuat Alwi terkejut sekaligus bersyukur. Ia bahkan menyebut perjalanan tersebut diberikan dengan fasilitas penerbangan kelas satu menggunakan Emirates dan Qatar Airways.
“Kaget, gak nyangka, langsung sujud syukur pas Kak Wirda nawarin buat haji undangan dari Kerajaan Arab Saudi. MasyaAllah Tabarakallah,” ucapnya.
Bagi Alwi, pengalaman itu menjadi pengingat bahwa manusia memiliki kewajiban untuk terus berikhtiar dan menjaga kebaikan, sementara hasil akhirnya merupakan ketetapan Allah.
Ia menilai, sesuatu yang pada awalnya terlihat sebagai penundaan belum tentu menjadi akhir dari sebuah harapan. Pengalaman tidak dapat ikut umrah bersama keluarga, misalnya, kemudian menjadi bagian dari perjalanan yang membawanya mendapatkan kesempatan berhaji.
Kisah tersebut ia bagikan kepada para santri dan jamaah sebagai pesan agar generasi muda tidak berhenti berbuat baik, berbakti kepada orang tua, serta berani memiliki cita-cita.
Menurut Alwi, kebaikan tidak selalu menghadirkan balasan secara langsung dan dalam bentuk yang dapat segera dilihat. Namun, ikhtiar, doa, dan keyakinan tetap menjadi bagian dari perjalanan hidup yang perlu dijalani.
“Manusia boleh menentukan ikhtiar, tetapi Allah yang menentukan kapan sebuah doa menemukan jalannya,” menjadi pesan yang tercermin dari pengalaman Alwi tersebut.
(**)











