Ditinggal Istri Nyadap Karet, Awaludin Ditemukan Tewas dengan Tali Terjerat di Leher

Awaludin (40), petani warga Blok Simpang PO, Desa Marga Bhakti, Unit XI, Kecamatan Sinar Peninjauan, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), ditemukan tewas dengan tali di leher, Kamis (12/11/2020). Foto armizi/Sumselupdate

Laporan: Armiziwadi

Baturaja, Sumselupdate.com  – Awaludin (40), petani yang tinggal di Blok Simpang PO, Desa Marga Bhakti, Unit XI, Kecamatan Sinar Peninjauan, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Provinsi Sumatera Selatan, ditemukan tewas oleh istri dan anaknya di  kamar mandi dengan keadaan tengkurap dengan tali di bagian leher, Kamis, (12/11/2020), pukul 14.00 WIB.

Bacaan Lainnya

Kapolres OKU, AKBP. Arif Hidayat Ritonga,SIK, MH melalui Kasubag Humas AKP Mardi Nursal membenarkan peristiwa penemuan jasad Awaludin di dalam kamar mandi.

Menurut AKP Mardi Nursal, kronologis peristiwa ini bermula saat istri Awaludin, Siti Mualifah (38) pergi menyadap karet saat suaminya sedang berada di rumah.

Pada pukul 14.00 WIB, istri dan anaknya pulang ke rumah dan mencoba masuk melalui pintu depan. Namun  pintu masih terkunci.

Kemudian, istri Awaludin masuk melalui pintu samping rumah untuk membuka pintu bagian depan.

“Setelah pintu terbuka, istri korban sangat kaget  melihat suaminya  sudah tidak bernyawa di kamar mandi rumah, dengan posisi tengkurap di lantai dengan tali tambang masih di bagian leher,” jelasnya.

Selanjutnya istri Awaludin ini meminta pertolongan ke tetangga rumah selanjutnya menelpon kepala desa serta petugas Polsek Sinar Peninjauan.

Jasad Awaludin saat ditemukan sudah tak bernyawa di dalam kamar mandi.

Menurut keterangan, Awaludin mempunyai riwayat gangguan kejiwaan yang cukup lama dan masih dalam tahap pengobatan jalan.

“Kemungkinan faktor kejiwaan korban, serta faktor penyakit yang belum bisa disembuhkan, berkemungkinan agar tidak membebankan keluarga maka korban melakukan perbuatan tersebut,” urainya.

Selama cek olah TKP yang didampingi Kepala Desa Marga Bhakti Jamaludin, ditemukan situasi yang aman serta kondusif di rumah Awaludin.

Hasil pemeriksan medis dari dokter Puskesmas atas nama, dr Radina, Awaludin meninggal dunia akibat gantung diri.

Surat pernyataan keluarga tidak lakukan otopsi dan terutama Ibnu hajar (60 ) ayah Awaludin yang meminta langsung dimakamkan di TPU setempat. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.