Muaraenim, Sumselupdate.com – Upuzan alias Sairun (33) warga Desa Suban Baru, Kecamatan Kelekar, Muaraenim diamankan Polisi karena diduga kuat merupakan pelaku perampokan, pemerkosaan dan pembunuhan mahasiswi UIN Raden Fatah Palembang, Fatmi Rohanayanti (20) pada Kamis (31/1/2019) kemarin.
Sairun ditangkap hari Jumat (1/2/2019) sekitar pukul 16.30 wib di kediamannya.
Pelaku diketahui pernah mendekam di lapas Nusakambangan karena kasus pembunuhan, curas dan perkosaan pada 2007 dengan vonis 20 tahun. Saat diperiksa, Sairun mengakui perbuatannya menghabisi nyawa Fatmi.
“Saat korban pulang dari kebun saya cegat dan berusaha mengambil sepeda motornya,” ujar Sairun ketika diperiksa di Mapolsek Gelumbang.
Karena melakukan perlawanan, Sairun melakukan penganiayaan terhadap korban. Korban kemudian ditariknya ke semak belukar dan kembali dilakukan penganiayaan sehingga korban tidak sadarkan diri.
“Saat korban pingsan saya bekap mulutnya dengan jilbab, mengikat tangannya dengan baju lalu membuka seluruh pakaian korban dan melakukan pemerkosaan,” paparnya dihadapan petugas.
Sairun melanjutkan, mengetahui korbannya masih hidup lalu, korban lalu dibunuh dengan cara dibalik ke arah tanah hingga kehabisan nafas. “Setelah itu saya pastikan dahulu korban sudah meninggal, lalu saya ambil motornya,” tukasnya.
Sementara itu, Kapolres Muaraenim AKBP Afner Juwono melalui Kabag Ops Kompol Irwan Andeta mengatakan, atas perbuatannya yang melakukan perampokan, pemerkosaan dan pembunuhan, pelaku dikenakan ancaman pasal berlapis.
“Pelaku dapat dikenakan ancaman pasal berlapis dengan ancaman bisa sampai 20 tahun,” ujar Irwan, singkat.
Diberitakan sebelumnya, Fatmi Rohanayanti (20), warga Dusun VI Desa Menanti, Kecamatan Kelekar, Muaraenim ditemukan meninggal dunia dengan kondsi tanpa busana di tengah kebun karet milik kades Suban Baru di Desa Menanti, Kecamatan Kelekar, Kamis (31/1/2019).
Sebelum ditemukan meninggal, remaja cantik yang merupakan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang ini diketahui sempat mengantar ibunya ke kebun sekitar jam 9.00 wib pagi menggunakan sepeda motor Honda Beat warna putih hijau. Namun saat ibunya sudah pulang dari kebun ternyata Fatmi belum pulang ke rumah.
Khawatir, keluarga pun memnta pertolongan warga untuk melakukan pencarian. Hingga pukul 15.00 wib, warga menemukan sesosok mayat perempuan dalam keadaan tanpa busana dengan leher terikat pakaian yang digunakannya. Setelah dicek, ternyata benar mayat tersebut ialah Fatmi.(azw)











