Dishub OKU Saling Lempar ‘Bola Panas’ Sopir Angkot Ngadu ke Wakil Rakyat

Senin, 2 Juli 2018
Puluhan sopir angkot saat aksi Demo di DPRD OKU.

Baturaja, Sumselupdate.com – Sopir Angkot di Kabupaten OKU mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD), setempat Senin (2/6/2018). Diketahui mereka hendak ‘ngadu’ ke wakil Rakyat terkait angkutan lain yakni ojek dan Becak Motor (Bentor).

Alasan sopir angkot yang didominasi dari daerah Semidangaji, Sepancar dan Angdes Pengandonan itu lantaran pihak Dinas Perhubungan (Dishub) setempat serta ojek dan Bentor tidak mematuhi kesepakan yang dibuat.

Padahal kata koordinator aksi Mulyadi mereka telah sepakat jika setiap harinya sopir angkot boleh ngetem di luar terminal atau tepatnya di kawasan Jalan Akmal Pasar Atas Baturaja.

“Kita sudah sepakat boleh ngetem, tapi kenyataanya hanya diperbolehkan dua unit angkot saja ngetem ini kan menghilangkan rejeki kami,” tegas Mulyadi.

Sudah seminggu ini, ungkap dia, kesepakatan antara sopir angkot dan Dishub berubah.

“Yang biasanya boleh ngetem sekarang diusir harus masuk ke terminal tipe C,” tambah Mulyadi.

Sementara Kapala Dinas Perhubungan Aminilson membantah tuduhan sopir angkot, ia mengatakan jika pihaknya sudah memberikan 2 solusi, apakah masuk ke terminal tipe C atau masuk ke terminal tipe A, “Kita kan sudah sepakat 1 titik, satu kendaraan, namun dengan catatan seluruhnya masuk ke terminal tipe C. Tapi kesepakatan tersebut dicederai sendiri oleh sopir angkot yang melanggar kesepakatan dengan satu titik lebih dari satu kendaraan,” kata Kadishub Aminilson.

Dirinya juga mengatakan bahwa Dishub berkomitmen akan mengembalikan fungsi terminal kembali kepada fungsinya semula, yakni tempat turun naiknya masyarakat dari segala macam transportasi angkutan umum.

“Sudah dua tahun ini hanya jadi wacana, sekarang kita akan mulai menerapkan hal tersebut agar OKU ini rapi tidak semerawut,” kata Aminilson.

Aminilson juga menegaskan jika pihaknya tidak akan menghapuskan jasa transportasi ojek dan bentor karena mengacu pada sisi kemanusiaan, “Tukang ojek dan bentor sama dengan kalian cari makan,” tegas Aminilson.

Pun demikian hal yang sama disampaikan Yopi Sahrudin perwakilan anggota DPRD yang menemui perwakilan pendemo, kata Yopi, tidak bisa seenaknya saja menghapuskan ojek dan bentor, semua ada prosedur yang harus dilewati.

Selain itu Yopi juga meminta kepada Kadishub OKU agar setiap membuat kebijakan seperti seluruh angkutan desa dan kecamatan masuk terminal tipe C harus dibarengi dengan kelengkapan fasilitas, seperti warung makan, toilet dan hal-hal yang berkaitan.

“Kemudian berlakukan sosialisasi kepada masyarakat, kasih tau warga jika sekarang angkot ngetemnya di terminal tipe C biar masyarakat tau, jika tetap seperti ini masyarakat akan tetap nunggu angkot ditempat biasa. Lalu kita perjelas dulu trayek antara angkutan desa,kecamatan dan lain-lain biar masalah ini lebih jelas dan menemui titik terang,” kata Yopi.

Yopi juga mengatakan jika masalah ini akan dimasukan dalam agenda rapat kerja DPRD untuk mencari solusi terbaik. (wid)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts