Disdik Sumsel Mencatat, Siswa Disabilitas Mencapai 2.000 Orang

Selasa, 16 Mei 2017
Siswa SDN 30 Palembang saat mengikuti USBN.

Palembang, Sumselupdate.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel mencatat ada sekitar 2.000 siswa-siswi SD/SMP yang memiliki siswa berkebutuhan khusus atau pendidikan inklusi (disabilitas).

Diketahui sebagian siswa-siswi pendidikan inklusi kelas 6 mengikuti ujian utama, untuk pendidikan inklusi di SD/SMP wilayah Provinsi Sumsel berjumlah 101 sekolah. Dimana sebagian SMP se-Sumsel pendidikan inklusi ada 15 sekolah.

Read More

Saat ditemui sedang memantau pelaksanaan ujian di SDN 30 Palembang, Kabid Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) Disdik Sumsel Sri Maryam, melalui Kasi Kurikulum dan Peserta Didik Ekso Winoto mengatakan, saat ini pendidikan inklusi Sumsel sebanyak 101 SD/SMP, dengan jumlah siswa sekitar 2.000 orang. Di Palembang, SD Negeri 30 adalah sekolah terbanyak menyerap siswa disabilitas.

“Sekarang fokus kita adalah bagaimana mengubah paradigma dan yang memang harus dipersiapkan ini khusus pendidikan inklusi, mulai dari setting guru inklusi, memahami identifikasi disabilitas, memahami cara pembelajaran anak disabilitas dan terakhir media mengatasi setting inklusi,” katanya, Selasa (16/5/2017).

Lanjutnya, pihaknya juga menghimbau kepada para guru khusus sekolah pendidikan inklusi, agar memberikan pelayanan tanpa harus mendeskriminatif si anak. Guru pun harus bisa membagi dan memiliki kebutuhan yang sama antar siswa. Berikutnya, anak pendidikan inklusi perlu dikembangkan potensinya.

“Manusia itu awalnya didik lalu mendidik, kita akui para guru harus lebih ekstra memahami sedikit demi sedikit. Karena bukan hanya kesabaran, tapi mereka harus memiliki pembekalan yang cukup,” jelasnya.

Untuk melatih sekolah inklusi, pihaknya di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melakukan implementasi, dengan cara menggelar workshop tentang pembekalan setting inklusi.

“Kita minta kepada siswa yang sudah mendaftar sebagai pendidikan inklusi, khusus kepala sekolah dan guru tidak boleh menolak apabila ada siswa yang mau masuk di sekolah tersebut,” ungkapnya.

Malahan utusan Kemendikbud bidang PKLK mengakui bahwa SDN 30 Palembang satu satunya SD yang memberikan pelayanan dan pendidikan inklusi terbaik.

“Evaluasi kita mengenai pendidikan inklusi, yang jelas sasarannya ke SMA Negeri, sebab khusus pendidikan inklusi SMA masih belum terbentuk. Untuk kriteria bisa menerapkan pendidikan inklusi yakni ada dari SMAN 14 Palembang,  lalu rencananya di sekolah unggulan, tapi ini masih konsultasi dengan Kadisdik Sumsel,” bebernya.

Sementara itu, Kepala SDN 30 Palembang Nuraini mengatakan penerapan pendidikan inklusi sendiri sudah dilakukan sejak tahun 2013, dengan total siswa pendidikan inklusi dari kelas 1 sampai 6 berjumlah 100 siswa.

“Kami para guru di sini sudah tidak asing lagi menghadapi siswa pendidikan inklusi. Sebab, siswa yang masuk ini dengan macam-macam kriteria, ada yang keterbatasan, IQ rendah, Autis, Gagu dan sakit disabilitas lainnya. Alhamdulillah alumni kita banyak menorehkan prestasi di bidang perlombaan tingkat SMP,” tandasnya. (sbw)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts