Disdik Babel Imbau Sekolah Jangan Tergesa-gesa Gelar Tatap Muka di Tengah Pandemi Covid-19, Kenapa?

Kabid SMK Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Babel, Saipul Bakhri, SPd.

Pangkal Pinang, Sumselupdate.com –Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan. Bangka Belitung (Babel) mulai menerapkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka untuk tingkat SMA/SMK.

Langkah tersebut mengacu pada Surat Edaran dari Kepala Dinas Provinsi Babel, di mana pelaksanaan KBM tatap muka mulai dilaksanakan 24 Agustus 2020.

Bacaan Lainnya

Namun demikian, pelaksanaan KBM tetap mengacu pada rekomendasi dari Satgas Penanganan Covid-19 di wilayah masing-masing.

“Terkait pelaksanaan KBM tatap muka di suatu daerah, tergantung acuan atau rekomendasi dari satgas penanganan Covid-19 di kabupaten/kota,” ujar Kabid SMK Dinas Pendidikan Provinsi Babel, Saipul Bakhri, SPd, Selasa (8/9/2020).

Menurut Saipul, jika satgas penanganan Covid-19 merekomendasikan suatu sekolah untuk melaksanakan KBM tatap muka, maka pihak sekolah pun harus tetap memperhatikan standar protokol kesehatan.

“Bagi wilayah Zona Hijau harus tetap memperhatikan standar protokol kesehatan Covid-19, seperti pemenuhan sarana dan prasarana sebelum dan sesudah pelaksanaan KBM. Serta melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan sekolah oleh satgas penanganan Covid-19, sebelum dilakukannya KBM,” tegas Saipul.

“Kita tetap mengedepankan kesehatan warga sekolah, dalam hal ini siswa, guru maupun tenaga kependidikan, ketimbang melaksanakan KBM secara tergesa-gesa. Ini tetap menjadi prioritas kita, yaitu kesehatan para pihak sekolah. Karena jangan sampai sekolah menjadi sumber penyebaran virus Covid-19,” tambah Saipul.

Lebih lanjut dikatakannya, jika suatu sekolah siap dalam melaksanakan KBM tatap muka, namun di tengah perjalanannya ada hal-hal yang harus dievaluasi menurut satgas penanganan Covid-19, sehingga dilakukan penundaan KBM, maka sekolah tersebut wajib melakukan penundaan KBM.

“Pihak Dinas Pendidikan Provinsi Babel lebih mengedepankan kesehatan para siswa,” ujar Saipul.

Diakuinya, ada beberapa kendala dalam pelaksanaan KBM secara daring. Di antaranya belum semua siswa yang memiliki HP android, jaringan internet, serta tidak mentup kemungkinan dari faktor guru belum sepenuhnya menguasai teknologi informasi, sehingga akses untuk belajar online terkendala.

“Namun dengan kondisi saat ini, bisa memaksa, para guru, siswa serta orang tua untuk termotivasi dan siap dalam segala hal di dunia pendidikan,” kata Saipul. (jip)

 

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.