Dirjen: Mestinya Pembuatan KTP-El Hanya 14 hari

Jumat, 14 Juli 2017
Pembukaan Rapat Teknis Pembinaan Kapasitas Sumberdaya Aparatur Tahun 2017 di Auditprium Bina Praja Pemprov Sumsel.

Palembang, Sumselupdate.com – Dirjen Dukcapil memastikan, jika dikerjakan secara maksimal, pembuatan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-El) paling lama dua minggu atau 14 hari. jika penduduk suatu wilayah di bawah 500 ribu maka untuk membuat KTP-El cukup satu hari saja.

Direktur Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, Prof Dr Zudan Arif Fakhrullah menegaskan, pembuatan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-El) paling lama dua minggu atau 14 hari. Namun jika penduduk suatu wilayah dibawah 500 ribu maka untuk membuat KTP-El cukup satu hari saja

Read More

“Seperti Kabupaten Pali, satu jam seharusnya bisa selesai untuk pembuatan KTP-El karena penduduknya sedikit,” katanya di sela kegiatan Pembukaan Rapat Teknis Pembinaan Kapasitas Sumberdaya Aparatur Tahun 2017 di Auditorium Bina Praja Pemprov Sumsel, Jumat (14/7/2017).

Hingga kini katanya, pihaknya sedang mendorong program Sehari Mesti Jadi (Semedi), agar masyarakat tidak perlu berlama-lama lagi dalam proses pembuatan KTP-El.

“Program Semedi tersebut harus kita dorong, apalagi sekarang peralatan yang digunakan bersifat digital, sudah tidak lagi manual, sehingga pekerjaan bisa semakin cepat dan singkat”, ucapnya lagi.

“Kalau penduduk di atas 1 juta, dimasukkan hari ini besok harus sudah jadi. Ini yang kita dorong, termasuk layanannya terintegrasi membuat akte kelahiran dan otomatis dapat kartu keluarga, membuat akte kematian otomatis dapat ktp-el bagi yang masih hidup dengan statusnya diubah menjadi cerai mati,” terangnya.

Zudan juga mengungkapkan, untuk Sumsel masih tersedia 118 ribu keping blanko, jadi masyarakat tidak perlu khawatir. Dan yang sudah merekam untuk segera mengurus ke Dinas Dukcapil masing-masing untuk mengambil KTP.

“Hingga saat ini yang sudah terekam 90 persen, Sumsel harus mengejar 10 persen lagi. Namun saya optimis di waktu 6 bulan ini 10 persen tersebut bisa tercapai, jadi kira-kira 5,8 juta penduduki bisa terekam semuanya dan KTP-El nya bisa dibagikan,” ungkapnya.

Diakui Zudan, adanya keterlambatan beberapa waktu lalu dikarenakan gagal lelang untuk pengadaan blangko.

“Kemarin ada keterlambatan karena kita gagal lelang untuk pengadaan blangko,” tukasnya. (adi)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts