Dinyatakan Lulus, 30 Peserta Sarjana Bina Desa di Muba Bakal Jadi Pendamping Desa

Rabu, 2 Januari 2019

Sekayu, Sumselupdate.com – Berdasarkan pengumuman nomor: B-002/Un.09/PP.06/01/2019 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, tercatat ada sebanyak 30 peserta Sarjana Bina Desa yang dinyatakan lulus.

Diketahui, Sarjana Bina Desa (SBD) merupakan program Pemerintah Kabupaten Muba, dimana para sarjana dari berbagai bidang tersebut akan mendampingi desa-desa di Bumi Serasan Sekate.

Read More

Sebelumnya pelaksanaan tes wawancara SBD Muba sudah dilakukan pada 28-29 Desember 2018 lalu di LP2M UIN Raden Fatah Plembang. “Peserta yang lulus akan melakukan registrasi pada 7 Januari di Setda Muba,” ujar Kabag Kesra Pemkab Muba Opi Palupi.

Adapun nama-nama peserta yang dinyatakan lulus dan penempatan yakni diantaranya Nuraidah (Sanga Desa), Nawawi (Sanga Desa), Roliansyah (Batang Hari Leko), Umul Fadilah (Batang Hari Leko), Rina Mutiah (Babat Toman), Nilawati (Babat Toman), Dedi Mumarto (Plakat Tinggi), Diana Sutra (Plakat Tinggi).

Kemudian Didik Sugandi (Sekayu), Yaumudin (Sekayu), Amran Ardianyah (Sungai Keruh), Sarbino (Sungai Keruh), Aang Kunaefi (Lawang Wetan), Okta Riezki (Lawang Wetan), Endy Juliansyah (Lalan).

Selanjutnya Dewi Murtisari (Lalan), Ikhsanuddin (Bayung Lincir), Ade Nursaip (Bayung Lencir), Elya Roza Hastini (Tungkal Jaya), Ahmad Solihin (Tungkal Jaya), Lastri (Babat Supat), Hasbullah (Babat Supat), Muhammad Abdillah (Sungai Lilin), Nurmala Sari (Sungai Lilin, Khosiyati (Keluang), Wahid Munawar (Keluang), Neti Fachria (Lais), Hendri Kusuma (Lais), Muhammad Osen (Jirak Jaya), Agus Salim (Jirak Jaya).

Dia menerangkan, mereka (peserta SBD) nanti akan menjadi perpanjang tanganan program keagamaan sebagai tindak lanjut  visi misi Bupati dan Wakil Bupati dalam menyukseskan Muba Maju Berjaya 2022.

Lanjutnya, berbeda dengan tahun sebelumnya untuk SBD tahun 2019 nanti akan ada dua SBD yang tersebar di setiap Kecamatan. “Kalau tahun sebelumnya SBD tersebar di tiap Desa. Tahun ini SBD akan tersebar di Kecamatan, namun tetap menyisir pedesaan di setiap wilayah tugas kecamatan masing-masing,” ulasnya.

Sesuai dengan tupoksi SBD, dirinya melanjutkan, yakni sebagai motor keagamaan di desa, memberantas buta huruf Alquran. “Selain itu, peneliti peta dakwah di Muba dan pelaksana pesantren rakyat Kabupaten Muba,” tukasnya.

Opi menambahkan, SBD nantinya akan bertugas untuk membina dan memberikan pendampingan di desa-desa. “SBD ini nantinya akan berkoordinasi dengan Pemkab Muba dalam hal ini Bagian Kesra setda Muba, sesuai komitmen pak Bupati Dodi Reza untuk memaksimalkan pelayanan kepada warga hingga ke desa-desa,” pungkasnya. (rel)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts