Dinsos OKU Anggap Badut Jalan Sama dengan Pengemis, Ini Alasannya

Sekretaris Dinsos OKU, Firdaus melakukan pendekatan persuasif terhadap badut jalanan yang melanggar titik-titik yang dilarang pemerintah, Kamis (30/1/2020).

Baturaja, Sumselupdate.com –  Petugas Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, menertibkan belasan badut yang dianggap melanggar di titik-titik yang dilarang pemerintah, Kamis (30/1/2020).

Beberapa kawasan terlarang bagi badut itu yakni di sepanjang Simpang Empat Lampu Merah Air Paoh, Jembatan Ogan II Baturaja, dan area strategis lainnya di Kota Baturaja.

Bacaan Lainnya

Sekretaris Dinsos OKU, Firdaus mengatakan, pihaknya belum melakukan penyitaan terhadap kostum badut-badut tersebut. Penertiban dilakukan hanya sifatnya persuasif dan mengingatkan sang badut untuk mematuhi titik-titik yang dilarang.

“Penegakan dan penertiban badut jalanan tertuang dalam Perda OKU, tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat. Selama ini badut yang berniat menghibur dan mencari rupiah ini diperbolehkan asal di bukan titik yang dilarang,” katanya.

Menurutnya, titik yang paling dilarang berada di sepanjang Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum) apalagi di dekat lampu merah.

“Karena di dua area itu dapat mengganggu arus lalu lintas, dikhawatirkan juga memicu kemacetan bahkan kecelakaan,” ujarnya.

Lantas bagaimana dengan badut-badut yang beroperasi di mall, rumah makan atau tempat-tempat wisata, Firdaus mengatakan, untuk tempat wisata diperbolehkan saja.

Sedangkan di rumah makan tinggal kesepakatan antara pemilik rumah makannya. Jika dilarang itu kebijakan pemilik rumah makan.

Firdaus menegaskan badut jalanan karakter kartun itu sama saja dengan pengemis. Hanya saja menutupi kedoknya dengan cara mengenakan kostum badut.

“Mereka biasanya sudah ada dari pagi, siang, sore hingga tengah malam. Meski mereka tidak memelas kasihan dari warga, hanya dengan bermodal kostum badut karakter, mereka mangkal di tempat-tempat terlarang,” jelasnya.

Sementara itu, salah seorang badut yang sempat diamankan petugas Dinsos OKU, Asnah (45) asal Karang Jaya, Kecamatan Prabumulih Timur tak menampik masih ada saja rekannya yang tak jera meski sudah pernah ditertibkan.

Asnah mengaku, barus satu minggu melakukan pekerjaan sebagai badut jalanan. Ia melakukan hal tersebut karena terpaksa, suaminya sudah meninggal tahun 2015 yang lalu karena kecelakaan.

Di hadapan petugas Dinsos, Asnah membuat surat pernyataan, apabila nantinya masih melakukan aksi badut jalanan maka pakaian badutnya akan disita permanen sesuai konsekuensinya karena mangkal di titik terlarang. (arm)

 

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.