Dinkes PALI Klaim Sudah Lakukan Fogging dan Pembagian Abate ke Seluruh Kecamatan

Ilustrasi.

PALI, Sumselupdate.com – Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten PALI Lydwirawan mengatakan jika yang paling baik untuk mencegah meluasnya wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) yakni melaksanakan 3 M.

“Yang paling baik untuk menanggulangi DBD adalah 3M, yaitu mengubur benda yang bekas, menutup penampungan air serta menguras bak mandi 1 minggu sekali. Jika dilakukan hal itu, maka bisa mematikan jentik nyamuk yg ada,” ungkapnya dihubungi via pesan, Jumat (21/12/2018).

Bacaan Lainnya

Sementara, lanjut Iwan (sapaan akrab) foging itu hanya membunuh nyamuk yang dewasa saja, serta hanya bertahan 2 s.d 3 hari, kalau tidak hujan. “Selama 3 M tidak dilakukan oleh masyarakat, maka kemungkinan DBD tetap akan terjadi. Untuk itu diharapkan masyarakat harus menjaga kebersihan lingkungannya, fogging massal tidak menjamin untuk menanggulangi DBD,” tambahnya.

Sementara itu, untuk penindakan Iwan mengaku sudah melakukan foging ke wilayah seputaran lingkungan warga yang sudah terjangkit DBD. “Kalau positif DBD pasti ada KDRS yang ditujukan ke puskesmas yg menaungi wilayah penderita, bila ada KDRS, puskesmas pasti akan langsung mengadakan fogging,” imbuhnya.

“Lokasi yang telah diadakan fogging massal yaitu di Tempirai kecamatan Penukal Utara, Kelurahan Handayani Mulya, Talang Akar, dan lain-lain,” dirinya melanjutkan.

Dia juga mengklaim bahwa setiap kecamatan di kabupaten PALI telah dilakukan pembagian abate dan foging terus berjalan per kasus.

“Hari ini fogging fokus dilaksanakan di Gang Masjid Kelurahan Talang Ubi Timur. Serta tiap kecamatan telah dilakukan pembagian abate oleh pemegang progam dan fogging terus berjalan per kasus,” akunya.

Iwan juga mengaku bahwa untuk warga PALI, sudah ada lima orang warga yang meninggal. Diantaranya, tiga orang dari Desa Talang Akar kecamatan Talang Ubi, kemudian satu orang meninggal di kelurahan Talang Ubi Timur, serta satu orang meninggal di Desa Tempirai Kecamatan Penukal Utara.

“Data kasus DBD setelah dikonfirmasi dengan pihak Puskesmas dan RSUD Talang Ubi sesuai berita di koran dan internet ada enam orang, namun satu orangnya lagi berasal dari Desa Padang Bindu Kabupaten Muaraenim,” ucapnya seraya menunjukkan data tersebut ke media ini.

Sementara itu, staf salahsatu kelurahan Talang Ubi Barat di kecamatan Talang Ubi mengaku bahwa pembagian bubuk abate memang sudah dilakukan. Namun, itu sudah lama terjadi.

“Ada pak pembagian abate dan foging, tapi itu sudah lama sekali. Saat ini di wilayah kami sudah ada warga yang terjangkit DBD,” ungkap narasumber media ini yang tidak ingin dipublikasikan namanya.

Sebelumnya, beredar kabar di media massa bahwa ada empat orang warga PALI yang meninggal akibat wabah DBD. Hal itu dikatakan oleh ketua DPD KNPI Kabupaten PALI M Anasrul Dwi N.

“Empat warga itu, satu orang dari kecamatan Talang Ubi dan tiga orang berasal dari kecamatan Penukal Utara. Namun ternyata, lebih dari itu jika melihat data yang diberikan oleh Dinas Kesehatan PALI. Ya kami berharap, pemkab PALI serius dalam menangani meluasnya kasus DBD di Bumi Serepat Serasan agar tidak memakan korban nyawa lagi,” jelas Anas (sapaan akrab). (adj)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.