Kayuagung, Sumselupdate.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) saat ini tengah fokus dalam program pembangunan di bidang kesehatan. Salah satunya adalah penanggulangan stunting.
Kepala Dinas Kesehatan OKI, HM Lubis SKM, Mkes mengatakan, penanggulangan dilakukan dengan melakukan koordinasi pembangunan yang terintegrasi baik OPD, pihak Dinas Kesehatan Provinsi hingga ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang ada di pusat.
Termasuk membangun koordinasi ke desa-desa, terutama wanita yang sedang hamil, bayi dan balita di kehidupan seribu hari pertama kehidupan.
Dikatakannya, berdasarkan data yang ada di Dinas Kesehatan OKI, data kematian ibu dan anak dari setiap tahun terus menurun.
Artinya, derajat kesehatan masyarakat ini meningkat. Begitu pun dengan stunting sejak tahun 2013 hingga kini berdasarkan riset dari Kemenkes sudah lebih baik.
Kendati demikian, kata dia, pihaknya terus meningkatkan serta penanggulangan terhadap stunting ini. Sebab lanjutnya, stunting ini sangat berpengaruh pada generasi yang akan datang.
“Oleh sebab itu, kami mengimbau kepada masyarakat untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada di wilayah kerja masing-masing, terutama bidan desa (bides), puskesmas dan rumah sakit. Dan untuk puskesmas kita terus meningkatkan sarana dan prasarana baik stok obat, tenaga kesehatan. Dan setiap puskesmas juga ada dokter, termasuk tenaga-tenaga kesehatan yang lain yang sudah standar. Karenanya, pemerintah saat ini, tengah melakukan verifikasi puskesmas yang ada di OKI, dan pada tahun 2019 ini target kita semuanya terakreditasi. Artinya pelayanan kesehatan itu terstandar. Jadi mutu pelayanannya sama baik masyarakat berobat di kota maupun di desa itu sama,” urainya.
Hingga kini tersisa sembilan puskesmas yang belum terakreditasi dari 31 puskesmas yang ada dan setiap tiga puskesmas di re-akreditasi kembali. (ban)











