Palembang, Sumselupdate.com – Peringati dua tahun masa kepemimpinan Jokowi-JK, ratusan masyarakat kota Palembang yang tergabung dalam Masyarakat Miskin Kota (MMK) melakukan aksi unjuk rasa mengajak untuk selamatkan Indonesia.
Aksi yang dilaksanakan oleh massa MMK di Bundaran Air Mancur (BAM) Masjid Agung Palembang Sumatera Selatan, menuntut kepemimpinan Presiden Jokowi mundur dari jabatannya jika tidak mampu menyejahterakan rakyat seperti yang diharapkan bersama.
Dalam orasinya Ketua MMK Arifin Kalender, Kamis (20/10/2016) mengatakan, tepat dengan 2 tahun kepemimpinan Jokowi-JK pihaknya mendesak Jokowi-JK mundur karena dianggap gagal membuat masyarakat makmur, bahkan membuat masyarakat semakin melarat.
“Aksi ini dalam rangka menyikapi evaluasi 2 tahun Jokowi jadi Presiden dan juga program-programnya,” ucapnya.
Disampaikannnya, seperti penggunaan program kartu BPJS, lanjutnya, bukannya mempermudah malah makin menjerat masyarakat.
“Mana yang katanya program kerakyatan. Sekarang mau tidak mau kita harus pakai BPJS, dulu ada KIS, namun pelayanan menggunakan KIS jauh dari harapan kita, penggunaan kartu BPJS bagi masyarakat juga disertai berbagai ancaman, jika tidak punya BPJS masyarakat diancam tidak bisa menikah bahkan hingga kurungan pidana,” ujarnya.
Ketua MMK ini juga menilai, kepemimpinan Jokowi-JK lebih memihak warga asing dibandingkan pribumi.
“Bukannya mau rasis, tapi ini kenyataan. Bagaimana dengan mudahnya imigran China masuk ke Indonesia semaunya saja, mereka selalu lolos baik melalui jalur udara maupun laut, dan diperparah masuknya mereka ke Indonesia tanpa dilengkapi paspor,” katanya.
Apalagi sekarang, tambahnya, tenaga kerja asing lebih mudah mencari pekerjaan di Indonesia. “Rakyat kita masih banyak yang butuh pekerjaan, berbeda dengan tenaga kerja asing, upah mereka lebih besar daripada masyarakat pribumi. Untuk apa cari pekerja dari luar jika masyarakat kita sendiri banyak yang pengangguran,” tegasnya.
Arifin juga mengatakan, apalagi sekarang ada program MEA, melalui program tersebut masyarakat asing lebih mudah masuk ke negara ini.
“Jangan sampai mereka menguasai Indonesia, jika mereka sudah banyak, mau dikemanakan lagi warga pribumi ini. Jokowi cuma nyusahin kito be,” tegasnya. (adi)











