Baturaja, Sumselupdate.com – Untuk meningkatkan ketaqwaan dan keimanan dalam bulan bulan suci Ramadhan, warga binaan (Narapidana –red) di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Baturaja, diharuskan melaksanakan ibadah puasa dan shalat tarawih berjamaah.
Kepala Rutan Kelas IIB Baturaja, Herdianto, SH, MSI mengatakan, pihaknya memang menerapkan peraturan jika warga binaan di Rutan Baturaja harus melaksanakan puasa dan shalat tarawih berjamaah dengan cara bergiliran di Masjid At Taubah di lingkungan Rutan Baturaja.
“Tujuannya selain untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan juga mengingatkan rasa Syukur dan taubat atas kesalahan yang telah dilakukan. Apalagi bulan suci Ramadhan yang datang setahun sekali sangat pas kita pergunakan untuk mengajak warga binaan yang kebanyakan hampir semuanya beragama muslim,” kata Herdianto, Minggu (28/5/2017).
Dikatakannya, memang pelaksana shalat tarawih ini baru pertama kalinya dilaksanakan atau diterapkan di lingkungan Rutan Baturaja selama bulan suci Ramadan.
Diharapkan ke depan kegiatan shalat tarawih ini dapat menjadi aktifitas tetap setiap tahunnya selama datangnya bulan suci Ramadhan.
“Semua warga binaan diharuskan mengikuti shalat tarawih secara berjamaah dengan cara bergilir setiap kamar untuk malam pertama ini kami coba sekitar 80 orang dan diambil setiap kamarnya termasuk juga warga binaan wanita,” jelasnya.
Dikatakannya, saat ini Rutan Baturaja masih dalam kondisi over kapasitas yakni menampung sebanyak 426 orang, yang sebagian besar adalah beragama muslim.
Namun di tengah over kapasitas, pihaknya akan bekerja semaksimal mungkin agar kenyamanan, keamanan dan ketertiban di lingkungan Rutan Baturaja tetap terlaksana dengan baik.
“Bulan Ramadan ini adalah momen yang sangat tepat untuk kita meningkatkan kualitas iman dengan meluangkan waktu berzikir dan membaca Alquran. Sehingga ketika harapkan saat warga binaan keluar dari rutan nanti, dan kembali berbaur dengan masyarakat, diharapkan ada perubahan bagi mereka dan tidak lagi mengulangi perbuatan yang mereka lakukan selama ini,” paparnya.
Selain melaksanakan puasa Ramadhan dan shalat tarawih berjamaah, tambah Herdianto, warga setelah selesai melaksanakan shalat tarawih berjamaah, dilanjutkan dengan melaksanakan tadarusan membaca Alquran.
Hal ini bertujuan, agar para warga binaan memiliki bekal ilmu keagamaan yakni dapat membaca dan mengaji Alquran setelah keluar dari Rutan nantinya.
“Kami ingin agar warga binaan benar-benar bisa bertaubat sehingga pada saat bebas nereka bisa diterima masyarakat,” pungkasnya. (wid)











