Baturaja, Sumselupdate.com – Jelang bulan puasa, tak hanya harga kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan, namun nampaknya tabung gas elpiji ukuran 3 kg ikut naik serta mendadak langka di Kota Baturaja.
Akibatnya, harga gas bersubsidi itu meroket dari biasanya.
Tika, warga Kelurahan Baturaja Lama, mengaku, dirinya kesulitan mencari tabung elpiji 3 kg dalam sepekan ini. Ia baru mendapatkan elpiji ketika mendatangi sejumlah warung. “Itupun harganya mahal, biasanya hanya Rp17 ribu, kemarin saya beli Rp 20ribu,” kata Tika, Kamis (13/2/2017).
Tika berharap, harga elpiji tetap normal. Apalagi dirinya sangat ketergantungan dengan gas elpiji 3 kg. “Dak mungkin lagi masak pakai kompor karena minyak tanah lebih mahal dari elpiji apalagi minyak tanah sudah tidak ada lagi,” ungkap Tika.
Tak hanya itu, di kecamatan pun harga gas elpiji lebih parah naiknya, seperti di kecamatan lubuk Batang mencapai harga Rp 20-25 ribu,”Harganya lebih mahal dari kota padahal di sini ada agen,” kata Hen, warga lubuk Batang.
Salah satu pengecer gas elpiji 3 kg di Kelurahan Sukajadi, mengaku, kiriman dari agen mengalami penurunan. Dari biasanya 50 tabung per dua hari, kini menjadi 30 tabung. “Pengiriman dari agen normal saja, hanya pasokannya yang berkurang,” kata Erwin.
Kendati pasokan berkurang, Erwin tetap menjual harga tabung gas bersubsidi itu dengan harga normal. “Saya tetap jual Rp18 ribu. Kata pelanggan sih ada yang jual hingga Rp20ribu per tabung,” ujarnya.
Sementara itu pihak terkait belum bisa dikonfirmasi terkait kelangkaan ini.(Wid)











