Baturaja, Sumselupdate.com – Sselama tahun 2015 kemarin, Dinas Kesehatan OKU mencatat ada 12 wanita yang terindikasi kanker serviks (kanker leher rahim). Dari 12 orang tersebut, 4 orang di antaranya dinyatakan postif mengidap kanker serviks.
“Tahun 2015 kemarin dari 2192 orang yang dilakukan pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat, red). Sebanyak 12 orang dinyatakan terindikasi, setelah dilakukan pemeriksaan di lab kesehatan Palembang 4 di antaranya postif. Dari 4 orang itu 2 di antaranya sudah dilakukan pengangkatan rahim. Satu orang dioperasi dan pengobatan biasa serta 1 orang meninggal dunia,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan OKU Suharmasto S.Km, M. Epid melalui Kabid Usaha Kesehatan Dan Kefarmasian (UKK) Rozali, S. Km didampingi Staf UKK Elia, Minggu (22/5).
Sedangkan di tahun 2016, Rozali mengatakan, pemeriksaan IVA sedang berjalan, untuk sementara ini dari awal bulan januari sampai hari ini, dari hasil pemeriksaan 4 orang dinyatakan terindikasi kanker serviks.
“Saat ini sudah 4 orang terindikasi, dan masih dilakukan pemeriksaan lanjutan. Apabila ada yang dinyatakan postif, maka segera dilakukan pengobatan”, ujarnya.
Rozali mengatakan pemeriksaan IVA ini merupakan program kementerian kesehatan, sebagai upaya pencegahan dan pendeteksian kanker serviks, “Dinkes Provinsi Sumsel tahun 2015 kemarin menargetkan setiap kabupaten kota untuk melakukan pemriksaan IVA sebanyak 2000 peserta, dan alhamdulillah OKU melalui setiap Puskesmas yang melakukan pemeriksaan dapat melebihi target tersebut”, katanya.
Pada tahun 2015 , lanjutnya Dinkes OKU berhasil melakukan pemeriksaan IVA kepada sebanyak 2192 peserta. “OKU berhasil meraih peringkat ke-2 setelah Kota palembang. Kategori pemeriksaan terbanyak dan terbaik”, imbuhnya lagi.
Dan untuk tahun 2016 ini pemeriksaan tidak ditargetkan lagi, tapi Dinkes OKU tetap melakukan pemeriksaan dan penyuluhan IVA sebagai upaya pencegahan dan pendeteksian kanker serviks. Tapi menurut Rozali pemeriksaan ini kerap terkendala peserta yang terkadang tidak mau melakukan pemeriksaan.
“Ya, namaya pemeriksaan organ intim ini banyak wanita terutama ibu-ibu ini merasa tabu dan malu, ini menjadi kendala kami, tapi kami tetap memberikan pengertian dan edukasi tentang IVA serta manfaatnya. Kalo sudah mengerti rata-rata mau, apa lagi ini gratis”, senyumnya. (yan)











