Palembang, Sumselupdate.com – Sungai Musi, salah satu sungai terpanjang Indonesia yang memiliki keindahan dan pesona tersendiri bagi siapa saja yang mengunjungi atau melintasi sungai tersebut.
Memiliki panjang sekitar 720 kilometer sungai yang membelah Kota Palembang menjadi dua bagian Seberang Ilir dan Seberang Ulu dan dihubungkan dengan sebuah jembatan bernama Jembatan Ampera.
Diketahui di balik keindahan Sungai Musi, tidak lepas dari misteri ‘antu banyu’ yang telah dipercayai oleh masyarakat.
Beberapa orang meyakini keberadaan ‘antu banyu’ bukan sebuah mitos belaka. Hal ini dibuktikan dari beberapa penuturan warga sekitar yang melihat langsung perwujudan makhluk astral tersebut.
Menurut mereka, setiap orang yang melihat dan bertatapan langasung dengan ‘antu banyu’, pasti tidak akan selamat.
Dilansir dari channel YouTube Mang Dayat, seorang pria bernama Agus mungkin takkan pernah melupakan pengalaman menyeramkan ini sepanjang hidupnya.
Ia mengaku pernah tertangkap oleh hantu air atau yang kerap dijuluki ‘hantu banyu’. Untungnya, dia berhasil menyelamatkan diri.
Cerita lengkapnya saat itu Agus hendak mencuci tangan lalu turun ke tangga. Kebetulan airnya baru saja pasang. Jadi tangga belum tenggelam sepenuhnya.
Pas turun, tangga tiba-tiba licin, mereka terpeleset tapi untungnya masih bisa dirinya berpegangan. Agus dan temannya memegang anak tangga dengan kuat.
Ia mengaku saat itu rasanya seperti ada yang menarik dan badannya tiba-tiba terasa licin.
Agus pun berteriak berharap ada warga yang menolongnya. Akhirnya dirinyapun berhasil selamat dikarenakan teman-temannya dengan sigap menarik tangannya.
Legenda ‘antu banyu; memang sudah sangat terkenal di kalangan masyarakat Palembang, Provinsi Sumatera Selatan.
Tahukah kamu ternyata ada dua mitos yang terkenal di masyarakat yang tinggal di sekitaran Sungai Musi.
1. Antu Banyu merupakan seorang perempuan, antu banyu diyakini seorang perempuan yang menyukai air pasang, dan suka berenang di sepanjang aliran Sungai Musi.
Ketika air sungai pasang dan air menjadi meninggi, kemudian perempuan itu akan berenang. Namun hal ini membuat orangtuanya marah, karena anaknya masih saja berenang dan tidak menghiraukan perkataan orangtuanya tersebut.
Meski sudah diperingatkan berkali-kali kalau hal tersebut membahayakan dirinya. Pada akhirnya kesabaran orangtua si perempuan habis, dan mengutuk anaknya yang sedang berenang itu menjadi ‘antu banyu’.
2. Makhluk tersebut kerap mendatangi warga sekitar
Bukan suatu hal yang mengada-ada, bahwa keberadaan makhluk ini memang benar adanya.
Antu Banyu diyakini sering mengganggu warga yang bermukim di sepanjang pinggiran air Sungai Musi. Hingga kini pun mitos tersebut masih sering diceritakan dari mulut ke mulut. (**)











