Palembang, Sumselupdate.com – Dewan Kesenian Palembang menggelar pawai memperingati peristiwa pertempuran lima hari 5 malam pada 1 Januari hingga 5 Januari tahun 1947, Senin (1/1/2024)
Dalam pawai tersebut melewati Jalan Jenderal Sudirman, Jembatan Ampera, Kertapati, Jembatan Musi VI, dan kembali ke Gedung Kesenian Palembang.
Sultan Palembang Darussalam Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama R M Fauwaz Diradja, mengatakan, peringatan pertempuran 5 hari 5 malam adalah kegiatan yang ketiga yang diselenggarakan setelah melewati krisis Covid-19 tahun lalu.
“Komunitas dan masyarakat yang ada di Palembang, ini merasa bahwa veteran-veteran ini adalah bagian dari pada sejarah kita, pertempuran 5 hari 5 malam adalah bagian dari sejarah ini tapi mengapa tidak pernah diperingati dan tidak di ketahui ceritanya, siapa yang tahu Jalan Kapten A Rivai, tapi siapa-siapa Kapten A Rivai, siapa AK Gani, siapa nama–nama yang ada di Kota Palembang itu adalah sejarah-sejarah kita,” katanya.
Menurut SMB IV, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya.
Baca Juga: Dewan Kesenian Palembang Nilai Penting Regulasi Kesenian dan Ekonomi Kreatif
“Karenanya kami semua komunitas ingin ke depan nama-nama jalan itu harus diketahui oleh masyarakat, kalau bisa jadi muatan lokal semua, di muatan lokal harus tahu siapa AK Gani, semua harus tahu para pahlawannya, kalau kita tidak tahu nama-namanya baik dari sejarah perjuangan kemerdekaan atau pra kemerdekaan, nama-nama Sultan keberapa, anaknya siapa, Masjid Agung dibangun oleh siapa, bagaimana kita bisa tahu, bagaimana kita bisa menguatkan kebanggaan kita akan cinta wong Palembang, bagaimana kita membesarkan dan menghargai kita sendiri adalah kita menghargai leluhur dan orangtua kita,” ungkapnya.
SMB IV mengaku berbahagia melihat para veteran yang hadir ini turut berbahagia dalam peringatan kali ini.
“Kita juga minta maaf cuma secuil (kecil sekali-red) yang bisa kita berikan, tahun ini baru setahun sekali oleh kami, bahkan setahun mungkin cuma dua kali di 17 Agustus, hari ini bisa juga hari pahlawan cuma acara-acara ceremonial yang kemudian mereka tidak tahu siapa veteran-veteran yang ada di sini, tidak pernah di acara diundang apabila gubernurnya baru, yang ada kalau ingat 17 Agustus dan hari Pahlawan saja,” tuturnya.
Baca Juga: Kembali Bangkitkan Kesenian Theater Palembang Lewat Pentas Panggung
Ke depan menurutnya veteran-veteran ini harus bisa disantuni, karena para veteran ini banyak yang tidak mampu.
“Ke depan Insya Allah, mudah-mudahan momen ini menjadi silaturahmi kita dan bersama-sama bisa bersinergi, bisa mempererat diri menjadikan Palembang, ini kota yang berbasis sejarah dan budaya sehingga ke depan semua kegiatan–kegiatan yang ada di sini mempunyai narasi-narasi yang akan menarik wisatawan yang akan dikemudian hari,” tutupnya.
Sedangkan Ketua Panitia Vebri Al Lintani mengatakan, kemarin pihaknya bergotong royong dan bersama-sama untuk mengingat kembali pertempuran 5 hari 5 malam.
Baca Juga: Kesenian Tari Tradisional Palembang Harus Dilestarikan
“Ada yang menyumbang makanan, ada yang menyumbang tenaga, ada yang menyumbang uang dan sebagainya sehingga kegiatan kemarin bisa kita wujudkan sampai tanggal 5 Januari 2024 nanti,” tutupnya. (**)











