Devi Imbau Warga PALI Tetap Tenang

Devi Imbau Warga PALI Tetap Tenang.

Palembang, Sumselupdate.com – Mahkamah Konstitusi (MK) dalam perkara perselisihan hasil pemilu memerintahkan KPU Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) melakukan pemungutan suara ulang (PSU) pada empat Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Pilkada PALI.

Keputusan ini dibacakan oleh Hakim MK, Anwar Usman dalam sidang dengan agenda pembacaan putusan sengketa Pilkada PALI, Senin (22/3/2021).

Read More

Adapun TPS yang akan dilakukan PSU adalah TPS 6 Kelurahan Tempirai Kecapatan Penukal Utara, TPS Kelurahan Babat, TPS 9 dan TPS 10 Kelurahan Air Itam Kecamatan Penukal, PALI.

Menanggapi putusan ini,  Calon Bupati PALI, Devi Haryanto mengucapkan rasa syukurnya atas dikabulkannya permohonan pasangannya oleh Mahkamah Konstitusi. Menurutnya, apa yang diputuskan oleh MK tersebut, membuktikan bahwa adanya kecurangan pada pelaksanaan pemungutan suara Pilkada PALI.

“Alhamdulillah hari ini gugatan kita dikabulkan. Selanjutnya kita akan berdoa dan berjuang. Dan kita yakin masyarakat sudah cerdas. Masyarakat pasti menginginkan perubahan di kabupaten yang kita cintai ini untuk lebih baik,” ungkapnya.

Setelah putusan MK ini, Devi beserta pasangannya dan tim pemenangan pun akan mengawal proses jalannya pemungutan suara ulang di empat TPS yang diperintahkan oleh MK. Ia pun menghimbau agar masyarakat tetap tenang dan menjaga kondisi agar tetap damai selama proses PSU nantinya.

“Saya juga mengimbau kepada masyarakat Kabupaten PALI agar dapat menjaga situasi tetap tenang jaga persaudaraan jaga perdamaian. Kita yakin dan percaya dengan izin allah swt kita mampu mewujudkan perubahan pali lebih baik lagi,” ujarnya.

Sebelumnya, Mahkamah Konstitusi (MK) memerintahkan KPU Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) melakukan pemungutan suara ulang (PSU) di Empat TPS di Pilkada PALI.

Keputusan ini dibacakan oleh Hakim MK, Anwar Usman dalam sidang dengan agenda pembacaan putusan sengketa Pilkada PALI, Senin (22/3/2021).

Adapun TPS yang akan dilakukan PSU adalah TPS 6 Kelurahan Tempirai Kecapatan Penukal Utara, TPS 8 kelurahan Babat, TPS 9 dan TPS 10 Kelurahan Air Itam kecamatan Penukal, PALI.

“Menimbang bahwa berkaitan dengan telah dikabulkannya sebagian dalil Pemohon dan Mahkamah telah memrintahkan untuk dilakukannya pemungutan suara ulang di 4 (empat TPS sebagai mana dipertimbangkan tersebut di atas, maka terhadap keputusan Ketua KPU PALI nomor 366/PL.02.6-Kpt/1612/KPU-Kab/XII/2020 tentang Penetapan Rekapitulasi  Hasil Penghitungan Perolehan Suara dan Hasil Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati PALI tertanggal 15 Desember 2020, haruslah dinyatakan batal sepanjang mengenai perolehan suara masing-nasing pasangan calon di empat TPS yaitu TPS 6 Kelurahan Tempirai Kecapatan Penukal Utara, TPS 8 kelurahan Babat, TPS 9 dan TPS 10 Kelurahan Air Itam kecamatan Penukal, PALI,” katanya.

Anwar saat membacakan putusan mengatakan, menimbang bahwa dengan mempertimbangkan tingkat kesulitan dan jangka waktu serta dengan melihat kemampuan KPU PALI dan aparat penyelenggaran serta peserta pemilihan dalam pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang.

Mahkamah berpendapat bahwa waktu yang diperlukan untuk melaksanakan PSU adalah paling lama 30 hari kerja sejak diucapkannya puitusan Mahkamah ini, yang kemudian hasil dari pelaksanaan PSU tersebut ditetapkan setelah digabungkan dengan perolehan suara yang tidak dibatalkan berdasarkan Keputusan Ketua KPU PALI nomor 366/PL.02.6-Kpt/1612/KPU-Kab/XII/2020 tentang Penetapan Rekapitulasi  Hasil Penghitungan Perolehan Suara dan Hasil Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati PALI tertanggal 15 Desember 2020, selanjutnya diumumkan oleh Termohon sesuai dengan peraturan perundang-undangan tanpa harus melapor pada Mahkamah. (bum)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.