PALI, Sumselupdate.com – Dibalik digelarnya operasi pasar tabung gas LPG ukuran 3 kg atau gas melon, ternyata masih menyisakan kekecewaan bagi sejumlah warga ibukota Kabupaten PALI.
Seperti yang tampak dari wajah Bakri (39), warga Kelurahan Handayani Mulya kecamatan Talang Ubi hanya bisa gigit jari lantaran dirinya mendapati tabung gas elpiji 3 kg yang dijual melalui operasi pasar di Simpang Lima Pendopo telah habis dan menurutnya operasi pasar tersebut sangat beresiko.
“Coba liat dewek, mereka sampe naik truk untuk dapet tabung gas. Terus jugo tabung gasnyo diangkat-angkat di pucuk kepala, cak mano kalu telepas dari tangan. Kan bahayo, biso nimpo palak kito,” terangnya seraya memutar balik ke rumahnya dengan tabung gas yang tetap kosong.
Ia juga mengatakan, yang membeli gas tersebut ada pula orang yang kembali menjual. “Tadi aku liat ado ibu-ibu bawa tabung gas berisi 8 tabung. Untuk masak apo untuk jual itu,” tanyanya sambil menggerutu akibat pembagian yang dinilai kurang adil dan tepat.
Tidak hanya itu, Frenike (34) warga Golf Permai mengaku lebih baik beli tabung gas seperti biasa dari pada harus berebutan dan berdesak-desakan yang mempunyai resiko tinggi. “Beli cak biaso tulah, dari pada celako,” singkatnya. (adj)











