Dendam Sering Dipalak, Sekurity PK PT GSL Dibantai Hingga Tewas dengan Delapan Tusukan

Minggu, 17 Mei 2020
Tersangka Marlois diamankan di Polsek Jayaloka, Mura usai melakukan pembunuhan sadis, Minggu (17/5/2020).

Muarabeliti, Sumselupdate.com – Diduga dendam karena sering dipalak, Marlois (33), warga Dusun Mandala, RT08, RW04, Kelurahan Marga Tunggal, Kecamatan Jayaloka, Kabupaten Mura, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) tega membantai seterunya.

Korban dari aksi sadis tersangka adalah sekurity PK PT GSL, Devi alias Pol (40), warga Dusun II, Desa Lubuk Besar, Kecamatan TPK, Kabupaten Mura.

Read More

Aksi sadis tersangka dilakukan pada Minggu (17/5/2020) sekitar pukul 07.30 WIB. Korban tewas dengan delapan luka tusukan di bagian perut, dada, dan bagian punggungnya.

Sementara pelaku langsung ditangkap kepolisian di rumah mertuanya di Desa Marga Tunggal, Kecamatan Jayaloka, tak lama dari aksi berdarah itu.

Tersangka Marlois sendiri mengatakan, pembunuhan tersebut berawal pada saat ini korban pergi ke Simpang 3 Pasar Kalangan RT09, Kelurahan Marga Tunggal, Kecamatan  Jayaloka, Kabupaten Mura.

Pada saat itu, tersangka juga pergi ke pasar kalangan dan melihat korban sedang duduk di parkiran sepeda motor pasar tersebut.

Melihat korban, darah pelaku langsung mendidih lantaran teringat dengan aksi dugaan pemalakan korban.

Saat itu pelaku menyapa korban dan berkata “Kau ini Pok kan yang dulu galak malak aku,”

Sebelum korban menjawab, pelaku dengan cepat mencabut pisau dari balik pinggangnya. Melihat hal tersebut korban berusaha menghindar.

Melihat seterunya hendak kabur, tersangka terus mengejar. Sampak di TKP korban tersudut. Namun korban tak menyerah begitu saja.

Korban sempat melakukan perlawanan dengan memukulkan kayu ke arah pelaku. Namun berhasil ditangkis hingga korban terjatuh.

Melihat seterunya terbaring, pelaku langsung menghunuskan pisau dan menikamkan senjata tajam itu sebanyak delapan kali di bagian perut, dada, dan punggung  korban.

Setelah korban tak berdaya, pelaku melarikan diri meninggalkan korban di TKP.

Kapolres Mura AKBP Efrannedy, SIK, MAP beserta Kasat Intelkam Polres Mura AKP Ruslan, Kapolsek Jayaloka Iptu Rosidi, SH, MH, dan Kapolsek Muarabeliti AKP Dedi Purnama Jaya mendatangi rumah duka.

 

Kemudian masyarakat sekitar melarikan korban ke Puskesmas Jayaloka. Namun sayang karena luka sangat parah, korban tewas kehabisan darah.

Korban yang meninggal dunia sekitar pukul 09.30 Wib dibawa ke rumah duka di Desa Lubuk Besar, Kecamatan TPK, Kabupaten Mura.

Kemudian sekitar pukul 10.00 Wib Kapolres Mura AKBP Efrannedy, SIK, MAP beserta Kasat Intelkam Polres Mura AKP Ruslan, Kapolsek Jayaloka Iptu Rosidi, SH, MH, dan Kapolsek Muarabeliti AKP Dedi Purnama Jaya mendatangi rumah duka.

Para aparat penegak hukum ini didampingi Kades Lubuk Besar Hamli guna menemui orang tua korban Mulyani untuk turut berbela sungkawa.

Para pejabat Polri ini melakukan penggalangan agar keluarga korban bisa menerima musibah yang dialami serta tidak melakukan aksi balasan ke keluarga pelaku.

Kapolres Mura AKBP Efrannedy, SIK melalui Kapolsek Jayaloka Iptu Rosidi mengatakan, setelah kejadian unit Reskrim melakukan lidik keberadaan tersangka.

Lalu diketahui keberadaan tersangka melarikan diri ke rumah mertuanya di Kelurahan  Marga Tunggal Kecamatan Jayaloka.

Selanjutnya unit Reskrim yang dipimpin Kapolsek Jayaloka Iptu Rosidi, SH, MH beserta Kanit Reskrim Bripka Mahyudin, SH. melakukan penangkapan terhadap tersangka.

Waktu dilakukan penyergapan tersangka tidak melakukan perlawanan dan mengakui perbuatannya. Selanjutnya tersangka dibawa ke Polres Mura untuk proses lebih lanjut. (ain)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts