Laporan: Rahmat Agusman
Martapura, Sumselupdate.com – Nurwan (33) warga Kelurahan Veteran Jaya, Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur ini harus mengikhlaskan rumah yang menjadi salah satu hartanya itu, untuk dijual. Keputusan berat itu terpaksa ia ambil demi melunasi biaya pengobatan ayahnya.
Diketahui, Midi (61) yang merupakan ayah dari Nurwan ini menderita infeksi usus besar, yang membuat dirinya hanya mampu berbaring di tempat tidurnya saja selama berhari-hari. Kondisi memprihatinkan ini berlangsung sejak empat bulan lalu.
Diceritakan Nurwan, bermula ayahnya Midi, mengalami sakit pada perutnya, namun sakitnya itu tak kunjung sembuh dan membuat ayahnya sampai terbaring lemas di tempat tidurnya.
Meskipun segala upaya sudah ditempuh demi kesembuhan sang ayah, namun upayanya itu tak jua membuahkan hasil, ayahnya masih saja mengalami sakit pada perutnya.
“Kalau sakitnya sudah empat bulan yang lalu, kami juga telah berupaya berobat kesana kemari untuk kesembuhan bapak, tapi belum membuahkan hasil,’” ucapnya. Selasa, (14/2/2023).
Terakhir Nurwan dan keluarga juga sempat membawa ayahnya ke rumah sakit At-Taqwa di Belitang untuk mengobati sakit yang ia diderita. Ayahnya sengaja dibawa ke Belitang untuk berobat karena semakin hari semakin memburuk.
Di Rumah Sakit At-Taqwa, ayahnya sempat dirawat inap selama 17 hari. Namun, karena kondisi ekonomi keluarganya yang kurang mampu akhirnya Nurwan ingin merawat ayahnya di rumah saja.
“Iya, bapak dirawat selama 17 hari di rumah sakit itu,” ucap Nurwan.
Namun alangkah terkejutnya ia dan keluarga saat melihat biaya pengobatan yang terbilang fantastis yang harus dilunasinya.
“Kami juga terkejut melihat biaya yang harus dikeluarkan selama di rawat di sana,” ungkap Nurwan lemas.
Dengan nada yang pelan, Nurwan menuturkan jika jumlah biaya pengobatan ayahnya itu hingga ratusan juta.
“Sebenarnya, seratus sebelas juta rupiah, tapi Alhamdulillah ada keringanan dari rumah sakit, dan kami hanya diminta membayar delapan puluh tujuh juta rupiah,” terangnya dengan nada pelan.
Meskipun pihak rumah sakit telah memberi keringanan biaya pengobatan untuk ayahnya, namun biaya dengan jumlah seperti itu sangatlah besar bagi keluarga mereka. Mirisnya ia pun sampai menjual rumah, namun tak juga cukup untuk melunasi seluruh biaya berobat ayahnya.
“Kami sudah berusaha menjual yang ada bahkan rumah bapak, tapi hanya terkumpul tiga puluh juta rupiah. Itu pun hanya untuk uang muka yang dibayar, agar bapak bisa pulang dari rumah sakit,” ucapnya.
Sementara, Dodi Yuliantoro Kepala Poskesos Kelurahan Veteran Jaya, Martapura, saat dikonfirmasi membenarkan kondisi yang dialami oleh Midi. Ia menceritakan, bahwa keluarga pak Midi sangat membutuhkan uluran tangan, karena masih ada sisa pembayaran di rumah sakit yang belum bisa dilunasi.
“Benar kalau beliau terhutang di rumah sakit. Sampai saat ini baru dibayar Rp30 juta, sisa sekitar Rp57 juta,” ujarnya. (**)











