Demi Kerja di Medan, Pria Ambon Nekat Jadi Kurir Ganja

Kamis, 25 Mei 2017
Jauh-jauh dari Ambon, Maluku menuju ke Medan, Sumatera Utara, perjalanan Fernando mencari kerja untuk menyambung hidup berujung di balik jeruji besi. Dia ditangkap Direktorat Reserse Narkoba Polda Ria karena membawa 39 kilogram daun ganja kering ke Kota Pekanbaru, Riau.Untuk mengelabui petugas, pria 27 tahun itu menyimpan bawaan haramnya memakai pakaian bekas dan kardus susu bubuk. Hanya saja kegelisahannya ketika ditanyai polisi menimbulkan kecurigaan dan digiring ke Mapolda Riau, Rabu (24/5/2017) dini hari."Jadi dia bawa travel bag, beberapa bal ganja dimasukkan dan ditutupi memakai pakaian bekas yang sudah kusam," kata Kabid Humas Polda Riau Komisaris Besar Guntur Aryo Tejo di Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau, Jalan Prambanan, Rabu 24 Mei 2017.Guntur mengatakan, ada 38 bal ganja yang dibalut pakai lakban kuning yang dibawa Fernando dari Medan. Selain di travel bag, daun haram asal Aceh itu juga diletakkanya ke dalam tas sandang, serta dua kardus kotak susu.Kepada petugas, Fernando mengaku diperintahkan pria inisial L membawa 39 kilogram ganja kering itu ke Pekanbaru dengan upah Rp 2,5 juta. Hanya saja, uang itu belum diterimanya. Fernando hanya dibiayai ongkos pergi dan pulang beserta uang jajan dalam perjalanan.Baca JugaWaspada Penyelundupan Narkoba ke Kepri Saat Mudik Taktik Lapas Yogyakarta Tekan Penyelundupan Narkoba ke Penjara Sebelum Loncat dari Lantai 17, Mahasiswa Bandung dan Pacar CekcokTak cuma itu, Fernando berani mengambil tugas ini karena mengaku dijanjikan bekerja di Medan. Niat mendapatkan pekerjaan tetap itu yang kemudian membuat Fernando nekat mengambil resiko sebagai kurir narkoba."Jadi upah itu akan diserahkan jika ganja berhasil diantarkan ke Pekanbaru. Selain itu, tersangka juga dijanjikan pekerjaan tetap sekembalinya dari Pekanbaru ke Medan," kata Guntur.Pengakuan Fernando, daun ganja itu sedianya diantarkan ke seorang ‎pria berinisial D. Pria misterius yang masih dilacak kepolisian ini juga tak dikenal Fernando karena perjanjiannya akan dijemput ketika sampai di Pekanbaru.

Pekanbaru, Sumselupdate.com – Jauh-jauh dari Ambon, Maluku menuju ke Medan, Sumatera Utara, perjalanan Fernando mencari kerja untuk menyambung hidup berujung di balik jeruji besi. Dia ditangkap Direktorat Reserse Narkoba Polda Ria karena membawa 39 kilogram daun ganja kering ke Kota Pekanbaru, Riau.

Untuk mengelabui petugas, pria 27 tahun itu menyimpan bawaan haramnya memakai pakaian bekas dan kardus susu bubuk. Hanya saja kegelisahannya ketika ditanyai polisi menimbulkan kecurigaan dan digiring ke Mapolda Riau, Rabu (24/5/2017) dini hari.

Read More

“Jadi dia bawa travel bag, beberapa bal ganja dimasukkan dan ditutupi memakai pakaian bekas yang sudah kusam,” kata Kabid Humas Polda Riau Komisaris Besar Guntur Aryo Tejo di Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau, Jalan Prambanan, Rabu 24 Mei 2017 dikutip dari Liputan6.com.

Guntur mengatakan, ada 38 bal ganja yang dibalut pakai lakban kuning yang dibawa Fernando dari Medan. Selain di travel bag, daun haram asal Aceh itu juga diletakkanya ke dalam tas sandang, serta dua kardus kotak susu.

Kepada petugas, Fernando mengaku diperintahkan pria inisial L membawa 39 kilogram ganja kering itu ke Pekanbaru dengan upah Rp 2,5 juta. Hanya saja, uang itu belum diterimanya. Fernando hanya dibiayai ongkos pergi dan pulang beserta uang jajan dalam perjalanan.

Tak cuma itu, Fernando berani mengambil tugas ini karena mengaku dijanjikan bekerja di Medan. Niat mendapatkan pekerjaan tetap itu yang kemudian membuat Fernando nekat mengambil resiko sebagai kurir narkoba.

“Jadi upah itu akan diserahkan jika ganja berhasil diantarkan ke Pekanbaru. Selain itu, tersangka juga dijanjikan pekerjaan tetap sekembalinya dari Pekanbaru ke Medan,” kata Guntur.

Pengakuan Fernando, daun ganja itu sedianya diantarkan ke seorang ‎pria berinisial D. Pria misterius yang masih dilacak kepolisian ini juga tak dikenal Fernando karena perjanjiannya akan dijemput ketika sampai di Pekanbaru. (adm3)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts