Delapan Pengacara Minta Penangguhan Penahanan 3 Tersangka Dugaan Korupsi Proyek Jembatan Sungai Rambutan-Parit

Tiga tersangka yang diduga terlibat dalam kasus dugaan korupsi proyek Jembatan Sungai Rambutan-Parit di Indralaya, saat dibawa.

Indralaya, Sumselupdate.com – Tiga tersangka yang diduga terlibat dalam kasus korupsi proyek Jembatan Sungai Rambutan-Parit di Indralaya, Utara, yakni AH, AS dan CS, tampak tertunduk lesu saat dibawa ke mobil Innova putih untuk dibawa ke Rutan Pakjo Kota Palembang kelas 1B, Jumat (19/3/2021).

Seperti diketahui, dua diantara tersangka adalah oknum ASN, yakni AS (Kepala Disnakertrans) dan pernah menjadi Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), dan AM (mantan Kepala Disnakertrans). Sementara pemborong berinisial CS yang diduga mengerjakan proyek.

Bacaan Lainnya

Tak tinggal diam, sebanyak delapan pengacara pasang badan guna meminta penangguhan penahanan dan meringankan vonis tahanan

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Ogan Ilir Marthen Tandi mengatakan, berdasarkan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), ketiga tersangka berinisial AS, AH dan CS sudah menjadi tahanan salama 20 hari  dilapas Pakjo Kota Palembang Kelas 1B, untuk mempersiapkan kelangkapan adminitrasi menghadapi persidangan

Selain itu juga, dari pihak kuasa hukum ketiga tersangka sempat mengajukan penangguhan. Namun dari pihak JPU langsung menolak.

“Ya, tadi tim kuasa hukum tersangka sudah mengajukan penangguhan tahanan. Namun dari pihak JPU menolaknya karena untuk mempercepat persidangan,” jelasnya.

Disamping itu, Tim kuasa hukum tersangka HS, bernama Japrosani didampingi Yaprudin dan H Rum mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan delapan pengacara, untuk meminta kepada JPU untuk penangguhan tahanan.

“Memang saat ini kami belum mengajukan ke pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) untuk pengajuan penahanan. Jadi sekarang tersangka dibawa ke Lapas Pakjo, nanti kita urus lagi penangguhan penahanannya. Ya kami mendampingi para tersangka sampai ke lapas. Kalau tadi kata pihak kejaksaan 20 hari kedepan bisa langsung proses pengadilan. Yang jelas kita akan berupaya sekuat daya agar mereka bisa ditangguhkan, dan diringankan hukumannya jangan sampai 5 tahun penjara. Karena client kami itu orangnya baik, itu salah kebijakan saja. Dia sebagai bawahan harus menuruti kehendak atasan,” katanya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.