Dari Sampah Jadi Pupuk, Desa Tanjung Jati Ubah Limbah Organik Jadi Eco-Enzyme Ramah Lingkungan

Writer: - Kamis, 7 November 2024
Dari Sampah Jadi Pupuk, Desa Tanjung Jati Ubah Limbah Organik Jadi Eco-Enzyme Ramah Lingkungan
Dari Sampah Jadi Pupuk, Desa Tanjung Jati Ubah Limbah Organik Jadi Eco-Enzyme Ramah Lingkungan

Muaraenim, Sumselupdate.com — Pelatihan pengolahan limbah organik menjadi eco-enzyme yang diselenggarakan oleh Universitas Sriwijaya di Desa Tanjung Jati berhasil memperkenalkan metode fermentasi limbah buah dan sayuran.

Hasilnya, eco-enzyme mampu mempercepat pertumbuhan tanaman dan mengurangi penggunaan pupuk kimia. Program ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat dan dukungan terhadap pertanian berkelanjutan.

Read More

Saat ini kita menghadapi masalah lingkungan akibat peningkatan volume limbah organik, terutama dari limbah rumah tangga dan pertanian.

Limbah yang tidak dikelola dengan baik berpotensi mencemari lingkungan dan mengurangi kesuburan tanah. Sebagai upaya mitigasi, pengolahan limbah organik menjadi eco-enzyme diperkenalkan dalam sebuah pelatihan yang bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah menjadi pupuk organik cair (POC) ramah lingkungan.

Pelatihan diadakan oleh tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Jurusan Teknik Kimia Universitas Sriwijaya yang diketuai oleh Prof. Tuty Emilia Agustina, S.T., M.T., Ph.D dengan menggandeng Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) Cahaya Bintang dan kelompok tani di Desa Tanjung Jati Kabupaten Muaraenim. Kegiatan PKM ini dibiayai oleh Anggaran DIPA Badan Layanan Umum Universitas Sriwijaya Tahun Anggaran 2024.

Kegiatan melibatkan 30 peserta yang terdiri dari anggota UPJA Cahaya Bintang, petani, dan warga Desa Tanjung Jati. Metode pelatihan mencakup teori dan praktik langsung, di mana peserta diajarkan memfermentasi limbah organik, seperti buah dan sayuran menjadi eco-enzyme. Produk eco-enzyme ini mengandung enzim yang bermanfaat bagi kesuburan tanah dan mampu mempercepat pertumbuhan tanaman.

Dalam uji coba, eco-enzyme yang dihasilkan dari pelatihan ini diaplikasikan pada tanaman kangkung, yang kemudian terbukti menunjukkan pertumbuhan lebih baik dibanding tanaman tanpa perlakuan. Tanaman kangkung yang diberi POC eco-enzyme tampak lebih subur, dengan daun lebih hijau dan rimbun.

Hal ini menandakan bahwa eco-enzyme berperan positif dalam mendukung fotosintesis dan peningkatan produktivitas tanaman, menjadi alternatif yang lebih ramah lingkungan dibandingkan pupuk kimia.

Peningkatan pengetahuan peserta terlihat melalui hasil pretest dan postest yang mencatat kenaikan skor rata-rata sebesar 84% dari skor awal.

Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi,  pelatihan dan pendampingan eco-enzyme telah berhasil memberdayakan masyarakat Desa Tanjung Jati dengan keterampilan yang dibutuhkan dalam pengelolaan limbah berupa sampah buah dan sayuran.

Selain manfaat pertanian, program ini juga mendukung praktik pertanian berkelanjutan yang mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia yang berpotensi merusak lingkungan.

Namun, terdapat tantangan yang dihadapi dalam implementasi program ini, seperti terbatasnya fasilitas dan kebutuhan akan pendampingan berkelanjutan.

Dukungan dari pemerintah dan pihak swasta diharapkan dapat membantu menyediakan sarana yang memadai serta bimbingan yang konsisten agar masyarakat dapat mengaplikasikan pengetahuan ini secara mandiri.

Dengan pendekatan kolaboratif, program eco-enzyme ini berpotensi menjadi solusi jangka panjang bagi pengelolaan limbah organik di pedesaan.

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts