Nyaris Diakui Negara Lain! Batu Akik Indonesia Ini Diam-Diam Kuasai Pasar Dunia

Writer: - Sabtu, 7 Februari 2026
Nyaris Diakui Negara Lain! Batu Akik Indonesia Ini Diam-Diam Kuasai Pasar Dunia. (foto: Sumselupdate.com/istimewa)

Sumselupdate.com- Popularitas batu akik sempat meredup beberapa tahun terakhir. Namun siapa sangka, sejumlah batu akik asli Indonesia justru kembali naik daun dan kini menjadi buruan kolektor dari berbagai negara.

Keindahan, kualitas, serta keunikan alami yang dimiliki batu-batu nusantara membuat nilainya terus melambung, bahkan menembus pasar internasional.

Read More

Halo sahabat gemstone di mana pun berada. Pada kesempatan kali ini, kita akan mengulas lima jenis batu akik asal Indonesia yang paling diminati kolektor mancanegara. Bisa jadi, salah satunya ternyata sudah ada di koleksi Anda.

Batu akik Indonesia dikenal memiliki potensi ekspor yang sangat besar. Sayangnya, tidak sedikit batu alam dari tanah air yang justru disertifikasi dan diakui sebagai produk negara lain.

Ketua Asosiasi Pengusaha, Pengrajin, dan Penambang Batu Akik dan Permata Halmahera Selatan, Akmal Iskandar Alam, seperti dikutip dari kanal YouTube Kabar Channel, mengungkapkan bahwa batu alam dari Maluku, khususnya batu bacan, sudah lama “terbang” ke berbagai negara.

Menurutnya, batu bacan dari Halmahera sangat diminati karena kualitasnya yang tinggi dan keindahan warnanya yang khas. Negara-negara seperti Taiwan, Korea, Tiongkok, Hongkong, Dubai, hingga Amerika Serikat menjadi pasar potensial batu akik Indonesia.

Ironisnya, banyak batu tersebut dibeli dari Indonesia, lalu disertifikasi ulang dan dipasarkan sebagai produk negara asal pembeli.

3 Jenis Batu Bacan yang Paling Diburu

Di antara sekian banyak batu akik Nusantara, batu bacan menjadi salah satu primadona. Terdapat tiga jenis batu bacan utama yang paling terkenal.

1. Batu Bacan Doko

Batu ini berasal dari daerah Doko, Halmahera Selatan, Maluku Utara. Ciri khasnya adalah warna hijau tua hingga kehitaman yang terlihat elegan dan eksklusif.

2. Batu Bacan Palamea

Ditemukan di Desa Palamea, yang lokasinya tak jauh dari Doko. Perbedaan utama dengan Bacan Doko terletak pada warnanya yang lebih muda dan cerah, sehingga tampak lebih lembut saat dipoles.

3. Batu Bacan Obi

Berasal dari Pulau Obi, batu ini memiliki variasi warna yang sangat beragam, mulai dari merah, kuning, biru, hingga warna lainnya. Keistimewaan Bacan Obi terletak pada sifatnya yang bening atau tembus pandang, serta tingkat kekerasannya yang lebih tinggi dibanding jenis bacan lainnya.

Selain bacan, kolektor asing juga banyak memburu batu akik Indonesia lainnya, seperti batu kecubung, batu kasiruta (berwarna hitam seperti cincau), kalsedon, delima, hingga batu sarang tawon. Batu-batu ini dikenal memiliki karakter unik, nilai estetika tinggi, serta dipercaya memiliki khasiat tersendiri.

Melihat tingginya minat pasar global, sudah seharusnya masyarakat dan pemerintah bersama-sama menjaga hak dan identitas batu akik asli Indonesia. Jangan sampai kekayaan alam nusantara kembali “kecolongan” dan diakui sebagai milik negara lain.

Bukankah cinta pada tanah air adalah bagian dari iman? Mari kita rawat, jaga, dan banggakan kekayaan batu akik Indonesia.

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts