Dampak Kebakaran di Karang Anyar Gandus, 80 Kepala Keluarga Kehilangan Tempat Tinggal

Selasa, 15 Oktober 2019
Kepulan asap usai kobaran api menghanguskan rumah di kawasan padat penduduk Jalan Pangeran Sido Ing Kenayan, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Gandus, Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, Selasa (15/10/2019).

Palembang, Sumselupdate.com – Sedikitnya 80 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal dalam peristiwa kebakaran yang terjadi di kawasan padat penduduk Jalan Pangeran Sido Ing Kenayan, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Gandus, Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, Selasa (15/10/2019).

Camat Gandus, Ricky Fernandi mengatakan, berdasarkan data awal yang diterimanya, ada sekitar 80 kepala keluarga yang harus kehilangan tempat tinggalnya akibat kebakaran tersebut.

Read More

Delapan puluh KK tersebut terdiri dari 52 KK dari RT 06 dan 28 KK dari RT 08, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Gandus.

“Baru data sementara yang saat ini saya terima. Terkait soal berapa rumah yang terbakar dan jumlah jiwa, belum diketahui pasti,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, api dengan cepat merambat lantaran di rkawasan tersebut kebanyakan rumah berbahan kayu.

Api dengan cepat menghanguskan puluhan rumah di tiga lorong yang bersebelahan, yakni di Lorong Hidayah, Lorong Tepian Musi, dan Lorong Ki Agus Husein.

Maimunah, salah satu korban yang rumahnya terbakar menjelaskan, saat kebakaran terjadi ia bersama suami dan anak bungsunya sedang berada di dalam rumah.

Tiba-tiba terdengar suara teriakan banyak orang yang awalnya dikira Maimunah ada orang yang berkelahi di sekitar rumahnya.

“Waktu saya buka jendela, tiba-tiba lihat api sudah tinggi, mengepul dan asap hitam. Di situ saya panik dan ikut teriak,” ujarnya.

Melihat api terus membesar dengan cepat, Maimunah langsung membangunkan suami dan anaknya yang tengah tertidur pulas. Kemudian mereka bergegas  meninggalkan rumah dan hanya ingat untuk membawa sebuah koper kecil berisi ijazah.

“Tapi barang-barang lain seperti uang, baju sekolah, buku-buku tidak ada yang bisa diselamatkan. Saya bingung mau bagaimana. Kartu KIS, bahkan surat tanah juga hangus terbakar,” terang Maimunah.

Eli (50), tetangganya yang juga turut menjadi korban kebakaran terlihat banyak diam sembari terduduk lesu dengan tatapan mata kosong.

“Tidak ada satupun yang bisa diselamatkan. Surat-surat penting, baju sekolah anak, semuanya habis,” ujar Eli sambil menangis.

Saat kebakaran menghanguskan rumahnya, Eli tengah bekerja di rumah salah seorang warga yang tak jauh dari rumahnya. Betapa terkejutnya Eli saat mendapat kabar bahwa kebakaran hebat telah menghanguskan rumahnya.

“Kebakarannya sekitar jam 13.30. Saya dapat kabar, langsung lari ke rumah. Sampai di sana, semuanya sudah habis,” tutur Eli.

Kepanikan juga terlihat di sekitar lokasi kejadian. Belum juga diketahui pasti berapa jumlah rumah warga yang hangus dilalap si jago merah.

Sedangkan, warga-warga yang rumahnya hangus terbakar terlihat pasrah dan hanya bisa menatap dari jauh puing-puing rumahnya yang sudah hangus terbakar tanpa bisa melakukan apa-apa. (tra)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts