Dalami Dugaan Pungli di SMAN 5, Ombudsman Panggil Kepsek

Palembang, Sumselupdate.com – Kepala SMAN 5 Palembang dipanggil Ombudsman Perwakilan Sumsel terkait dugaan uang sumbangan sarana yang diminta kepada orangtua siswa Rp7,5 juta.

Ketua Ombudsman Perwakilan Sumsel M Adrian mengatakan, pihknya hari ini mengumpulkan keterangan awal terkait kebutuhan uang sarana di SMAN 5 Palembang.

Bacaan Lainnya

“Kita minta klarifikasi ke sekolah dan komite. Hasilnya kita buat berita acara. Nanti akan dirangkai dan jadi laporan dan hasilnya kami sampaikan ke sekolah dan komite,” ujarnya.

Lebih lanjut Adrian menjelaskan, pihaknya akan menggali data serinci mungkin terkait munculnya angka uang sarana tersebut. “Dari mana awal munculnya angka uang sarana, prosesnya, apakah ada yang bekeberatan. Apakah Fiknas melegalkan,” ucapnya mempertanyakan.

“Kami akan dalami apakah ini pungutan atau masih dalam kategori sumbangan. Kita kroscek lagi dengan pihak lain yakni diknas,” terangnya.

Adrian menerangkan, ada sedikit perbedaan persepsi antara pihak Diknas dan sekolah terkait sumbangan tersebut. “Kami dalami selebaran yang viral. Umumnya keuangan SMA itu tidak bersumber dari satu anggaran, yakni berasal dari BOS, Program Sekolah Gratis dan komite,” tuturnya.

“Yang dipermasalahkan sumber di SMAN 5 ini yakni dari komite. Peran dari Diknas minim. Diusahakan komite berdasarkan kebutuhan sekolah pertahun. Kemudian dibahas komite dan mencari dananya,” paparnya.

“Jangan sampai sekolah berurusan dengan hukum. Apakah yang memungut pihak yang mempunyai kewenangan meminta sumbangan atau tidak. Siang ini kita panggil komite. Senin nanti kita panggil Diknas. Komite kita minta keterangan. Jangan sampai ini menjadi bola liar apakah ini pungli atau bukan,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Kepala SMAN 5 Made Suarsana mengungkapkan, pihaknya belum bisa memberikan keterangan. “Mohon maaf keterangan kami sudah diberikan ke Ombudsman. Soal belum adanya persetujuan dari Disdik terkait sumbangan ini, akan kami koordinasikan lebih lanjut ke pimpinan kami yakni Disdik, ” pungkasnya. (syd)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.