CPNS K1 OKU: Kami Sudah Nyetor Tapi Tak Dapat SK, Kalau Nyogok Berapo Nian?

Senin, 11 April 2016

Baturaja, Sumselupdate.com – Puluhan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten OKU mengadu ke Wakil Bupati OKU Drs Johan Anura, SH, MM, Senin (11/4) di kantor Pemda OKU. Perwakilan CPNS ini mempertanyakan SK PNS mereka yang hingga saat ini belum mereka terima.

Kedatangan calon abdi negara ini lantaran dari jumlah total 239 CPNS K1, baru 27 orang yang telah keluar SK PNS-nya. Sisanya sampai saat ini masih menunggu tanpa kejelasan.

Dalam pertemuan itu, Wabub OKU menanyakan apakah ada uang setoran terhadap pihak BKD OKU.

Lontaran pertanyaan Wabup langsung dijawab spontan oleh para CPNS. Mereka mengaku, sudah menyetor uang dengan nilai bervariasi., namun sebagian belum menerima SK.

Selain itu, para CPNS yang lebih dulu dilantik dan lebih dulu ikut diklat, tapi hingga saat ini belum menerima SK.

“Kami sudah capek Pak, dari Desember kami mengajukan. Bahkan sudah ngasih duit. Tapi sampai sekarang belum keluar,” ungkap seorang ibu-ibu berkerudung diamini rekannya yang lain.

Hendri, salah satu guru CPNS K1 yang ikut dalam pertemuan dengan Wabup tersebut mengungkapkan, sudah 2,5 tahun ini mereka berstatus CPNS dan sampai sekarang belum keluar SK PNS-nya.

“Dari 239 CPNS K1 ini yang dapat baru 27 orang. Nah, Ngapo yang lain keluar kami Idak. Orang lain bingung, apalagi kami,” tuturnya.

Ketika ditanya Johan, bahwa yang belum dapat SK ini dinas di mana saja? para CPNS berujar, berasal dari macam macam profesi kedinasan. Ada guru, tenaga kesehatan, staf di Sekretariat Dewan (Setwan) dan lain lain.

“Apa bedanya yang 27 orang itu dengan kami. Kalau memang bertahap, kenapa cuma 27 orang itu saja. Kami dilantik duluan, diklat juga duluan, tapi kenapa nerima SK terakhir. Kalau mereka (27 orang nyogok), berapa kami harus nyogok,” begitu jawaban pegawai tersebut kompak ketika dipancing Johan apakah sudah mengeluarkan duit.

Menanggapi keluhan CPNS ini, Wabup Johan Anuar, meminta pegawai CPNS K1 yang belum dapat SK untuk bersabar. Dirinya berjanji akan segera menuntaskan permasalahan tersebut dengan memanggil pihak terkait dalam hal ini BKD. “Mengenai SK kalian, saya akan panggil BKD. Saya minta kalian sabar,”  ujar Johan.

Agar tidak menimbulkan kecemburuan, Johan pun nanti meminta BKD untuk menahan dulu SK PNS yang telah keluar bagi 27 orang dimaksud.

“Sabar, saya minta tempo. Jawabannya akan saya sampaikan pada kalian Insya Allah siang ini. Saya pesan jangan bentuk kelompok apalagi adakan aksi,” pesan Johan.

Sementara, pihak BKD OKU, setelah adanya kejadian itu terlihat telah datang ke kantor Pemkab OKU dan menuju ruang Wabub OKU. (yan)

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts