Cegah Tindak Pidana Perdagangan Orang, Pemkab Muaraenim Gelar Sosialisasi GT-PPTPO

Foto bersama usai pembukaan GT- GT-PPTPO

Muaraenim, Sumselupdate.com – Sebagai bentuk dukungan pencegahan tindak pidana perdagangan orang, Pemerintah Kabupaten Muaraenim melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) mengadakan sosialisasi pencegahan dan penanganan tindak pidana perdagangan orang (GT-PPTPO) di Gedung Kesenian Putri Dayang Rindu Muaraenim, Rabu (12/4/2017).

Kegiatan ini dihadiri Wagub Sumsel Ir H Ishak Mekki MM, Bupati Muaraenim, Ir H Muzakir Sai Sohar, Wabup Muaraenim H Nurul Aman SH, Kepala DP3A Sumsel Hj Susna Sudarti SE, Wakil Ketua DPRD Muaraenim Dwi Windiarti SH Mhum, Kapolres Muaraenim AKBP Leo Andi Gunawan SIK MPP dan jajaran FKPD serta SKPD di lingkungan Pemkab Muaraenim.

Bacaan Lainnya

Kepala DP3A Sumsel Susna Sudarti, selaku Ketua Panitia Pelaksana Sosialisasi dalam laporannya menyampaikan, tujuan kegiatan itu untuk memberikan pemahaman terkait tindak pidana perdagangan orang untuk mencegah adanya tindak pidana tersebut di lingkungan masyarakat.

“Peserta sosialisasi ini berjumlah 500 orang anggota GT-PPTPO yang terdiri dari Camat, Kades, guru, siswa dan mahasiswa serta beberapa organisasi perempuan dengan 2 orang narasumber yakni Siti Rochmiyatun, SH, MHum, dari UIN Raden Fatah Palembang dan dari DP3A Sumsel,” papar Susna.

Ketua GT-PPTPO Muaraenim H Nurul Aman menyampaikan bahwa tujuan dari sosialisasi ini memberikan pemahaman terkait tindak pidana perdagangan orang, mencegah tindak pidana perdagangan orang, dan menghindari tindak kekerasan serta pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak.

Pada 2015 lalu, terdapat dua kasus perdagangan orang yaitu dua warga Muaraenim yang menjadi TKW di Malaysia yang berangkat pada 22 Mei 2015. Satu orang berangkat dari Surabaya dan satu orang berangkat dari Jakarta.

“Kasusnya sudah diselesaikan Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI (BP3TKI) dan kedua korban telah dipulangkan ke rumahnya masing-masing di Muaraenim pada 17 Juni 2015,” kata Wabup Muaraenim ini.

Dikatakannya, GT-PPTOP mempunyai beberapa peran, diantaranya  untuk mengkoordinasikan upaya pencegahan dan melakukan advokasi dan sosialisasi terkait tindak pidana perdagangan orang. Serta untuk melakukan rehabilitasi terhadap korban dan terus memantau pelaksanaan penegakan hukum tindak pidana perdagangan orang.

Sementara itu, Bupati Muaraenim H Muzakir Sai Sohar saat menyampaikan sambutan mengatakan, tindak pidana perdagangan orang merupakan bentuk modern perbudakan manusia dan Pelanggaran terburuk harkat martabat.

“Korban dari tindak pidana ini didominasi oleh perempuan dan anak. Dimana korban diperdayakan sebagai PSK atau alat untuk mencari keuntungan,” imbuhnya.

Menurut Muzakir, oknum yang melakukan tindak pidana perdagangan orang melakukan berbagai modus untuk mencari korban, mulai dari iming-iming bekerja ke luar negeri, mengancam korban hingga melakukan kekerasan. Maka dari itu, peran dan tugas semua pihak sangat diperlukan untuk mengantisipasinya.

“Dengan sosialisasi ini, kita harap dapat menambah pemahaman dan wawasan untuk mengantisipasi tindak pidana perdagangan ataupun tindak pidana kekerasan terhadap perempuan dan anak di Muaraenim, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan harkat dan martabat perempuan,” lanjut Muzakir.

Wagub Sumsel, H Ishak Mekki, selaku Ketua GT-PPTPO Sumsel, mengapresiasi kemajuan emansipasi wanita di Provinsi ini. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya perempuan yang menduduki jabatan strategis di Sumsel, khususnya Muaraenim.

Sebab, tak sedikit yang berhasil menduduki jabatan-jabatan strategis, baik di birokrat, politik, jajaran TNI, Polri, pengusaha dan jabatan-jabatan lainnya. “Dengan ini artinya apa yang dilakukan RA Kartini untuk memperjuangkan hak perempuan telah berhasil,” kata Ishak.

Menurut Politisi Partai Demokrat ini, masalah perdagangan orang dan kekerasan terhadap perempuan dan anak juga banyak disebabkan tingkat pendidikan yang masih rendah, tingginya tingkat kemiskinan, dan masih kurangnya lapangan pekerja.

“Hal ini menyebabkan korban dengan mudahnya dibujuk para pelaku kejahatan tersebut dalam melakukan aksinya,” lanjutnya.

Untuk Provinsi Sumsel, tindak pidana perdagangan orang di 2015 ada 7 kasus dan di 2016 ada 5 kasus. “Sedangkan tahun ini terdapat satu kasus yang ditangani oleh GT-PPTPO Sumsel,” papar Ishak.

Dengan banyaknya kasus tersebut, ia mengajak semua pihak untuk menyosialisasikan lagi GT-PPTPO agar masyarakat dapat terhindar dari perdagangan orang.

“Para tokoh masyarakat, tokoh agama, dan semua stakeholder terkait diimbau untuk dapat memberikan penjelasan dengan masyarakat supaya jangan mudah terbuai dengan bujuk rayu dari para pelaku tindak kejahatan perdagangan orang,” pungkas Ishak. (azw/adv)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.