Laporan Novrico Saputra
Pagaralam, Sumselupdate.com – Guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan, Kepolisian Resort (Polres) Pagaralam mulai melakukan langkah-langkah pencegahan sejak dini. Salah satunya dengan membentuk Relawan Karhutla.
Kapolres Pagaralam AKBP Dolly Gumara, SIk saat dihubungi Sumselupdate.com, Rabu (24/6/2020), mengatakan, Relawan Karhutla akan dibentuk di setiap kelurahan.
Menurut Kapolres, setiap kelurahan itu nanti akan ditempatkan sepuluh orang Relawan Karhutla. Di mana tugasnya memberikan sosialisasi dan pembinaan kepada masyarakat mengenai bahaya karhutla.
Dikatakan Kapolres, Relawan Karhutla ini untuk menjadi mitra Polres dalam proses mitigasi sekaligus penegakan hukum untuk bencana karhutla.
“Karena yang kita tau kasus karhutla ini hit and run, jadi harus benar-benar dibentuk kesadaran masyarakat mengenai bahaya karhutla. Nanti sepuluh Relawan Karhutla ini tetap dibantu pihak Polri dan TNI,” jelasnya.
Mengenai sanksi tegas untuk para pelaku yang membuka lahan dengan cara dibakar, apolres menjelaskan, untuk tindakan tegas tetap dilaksanakan,
Namun menurut Kapolres, penerapannya ultimurum medium atau penegakan hukum adalah pilihan terakhir.
“Dalam arti ketika kita sudah ingatkan dan sudah diberikan pembinaan namun masih saja membandel, di sana akan kita kenakan sanksi tegas,” ujar Kapolres lagi.
Sebelumnya, Walikota Pagaralam Alpian Maskoni mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam telah berkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk Polri dan TNI serta pihak terkait lainnya guna berupaya secara maksimal mencegah dan menanggulangi dalam menghadapi bencana karhutla.
“Menghadapi kemarau berbagai langkah akan kita persiapkan dalam menghadapi serta mengatasi bencana kebakaran, yakni dengan melakukan pengawasan dan tindakan pencegahan di lapangan,” pungkasnya. (**)











