PALI, Sumselupdate.com – Meski kebocoran dua pipa minyak milik Pertamina EP Asset 2 Pendopo Field dan Medco energi di Desa Maju Jaya, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI sudah terjadi selama empat hari, namun pihak perusahaan hanya memperbaiki bekas tumpahan minyak mentah di sekitar lokasi.
Bahkan, bekas semburan minyak mentah yang masuk dan mengalir di kebun warga masih terlihat dibiarkan hingga ratusan meter dan sudah masuk ke sungai yang ada di desa tersebut.
Tidak hanya itu, akibat minyak mentah yang belum dibersihkan, membuat flora (tumbuhan) dan fauna (hewan) mati terkena minyak mentah sepanjang sekitar 1 kilometer, dan mencemari anak sungai deras. Meskipun pipa yang bocor sudah di tutup.
Tentu hal ini membuat warga cemas dan resah, sebab aktivitas warga sekitar ketika menyadap karet di pagi hari merasa dihantui akan banyaknya ceceran minyak yang berada di dalam kebunnya, ditakutkan ceceran minyak tersebut terbakar.
“Kita lihat saja hari ini, apabila masih dibiarkan, masyarakat akan membawa kejadian ini ke dinas lingkungan hidup. Sekali lagi warga bukan meminta ganti rugi, tetapi tumpahan minyak yang masuk kebun warga dan sekarang sudah mengotori sungai secepatnya dibersihkan,” tegas Dedi, Kades Maju Jaya, Senin (23/1/2017).
Dedi juga menerangkan memang sudah ada komunikasi dengan pihak perusahaan untuk membersihkan ceceran minyak yang tumpah. “Kalau pipa di line PT Pertamina sudah dibersihkan. Sedangkan dari pihak Medco baru hari ini ada komunikasi membersihkan. Kata mereka besok sudah mau dibersihkan,” tambah Dedi.
Terpisah Kapolsek Talang Ubi Kompol Victor Eduard Tondais melalui Kanit Reskrim Iptu Rusli menjelaskan pihaknya telah melakukan olah TKP untuk mengusut kasus tersebut.
“Ini ada unsur kesengajaan dari pihak tidak bertanggungjawab, kami akan mengusut siapa pelakunya, saat ini kasus tersebut masuk ke penyelidikan dan kedua perusahaan sudah melaporkan kejadian tersebut,” jelasnya.
Untuk ceceran minyak yang belum dibersihkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan perusahaan agar secepatnya dibersihkan. “Kami tadi sudah lakukan olah TKP lagi, guna melanjutkan penyelidikan. Untuk pembersihan itu wewenang perusahaan dan kita akan sampaikan keluhan warga akan hal itu untuk segera ditindaklanjuti,” katanya. (adj)











