Baturaja, Sumselupdate.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mencatat banyak titik rawan longsor, banjir dan abrasi di daerah berjuluk Bumi Sebimbing Sekundang tersebut.
Kepala BPBD OKU, Hemni Rusdi melalui Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan kesiap Siagaan BPBD OKU, Mailan Purna mengatakan, ada enam kecamatan yang rawan bencana banjir. Yakni, Kecamatan Baturaja Timur, Lubuk Batang, Kedaton Peninjauan Raya (KPR), Ulu Ogan Lengkiti, Muara Jaya dan Semidang Aji.
Rawan banjir di Kecamatan Baturaja Timur, yakni Kelurahan Baturaja Permai, Sekarjaya, Desa Air Paoh, Kelurahan Sepancar, Desa Tanjung Baru, Dusun Baturaja dan Tanjung Kemala. Kec Lubuk Batang, Desa Gunung Meraksa, Lubuk Batang Lama.
“Untuk Kecamatan KPR rawan banjir di Kedaton, sebagian dekat Desa Ogan yang terkena dampak banjir, Desa Kampai Kec Ogan, Desa Ulak Lebar, Gelumpang,” kata Mailan.
Untuk tanah longsor dan batang roboh kata Mailan, rawan terjadi di Kec Baturaja Barat, Lengkiti, sosohbuay rayap dan ulu ogan. “Daerah yang rawan abrasi yakni di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Ogan sampai perbatasan OKU dan OI,” katanya.
Mailan menambahkan selain itu juga ada daerah rawan puting beliung. Misalnya di Kec Ulu Ogan, Pengandonan, Baturaja Timur dan Sosoybuay rayab.
“Kalau untuk di daerah RSS Holindo dan Sriwijaya yang kerap terjadi banjir mereka berusaha untuk melakukan normalisasi anak sungai. Namun hal ini masih belum bisa dilakukan karena terkendala dana. Tetapi kita akan terus berupaya,” katanya.
Mailan menjelaskan, yang sudah dilakukan pihaknya sampai saat ini selain turun langsung ke lapangan juga melakukan pemberitahuan melalui penyebaran poster, pamflet dan baliho. “Lebih kurang ada 1000 yang disebar dan dibagikan untuk desa-desa melalui kecamatan,” katanya. (wid)











