Capitol Ricuh, Joe Biden: Hari Tergelap dalam Sejarah AS

Joe Biden

Washington, Sumselupdate.com – Presiden terpilih Amerika Serikat, Joe Biden, menyebut kericuhan di Gedung Capitol sebagai ‘hari tergelap’ dalam sejarah negeri paman sam itu. Kericuhan itu, kata Biden, dipicu oleh dorongan Donald Trump.

Dikutip dari detik.com yang melansir dari AFP, Biden mencemoh Trump yang dianggap sebagai dalang kerusuhan. Biden menyebut Partai Republik telah menyerang keutuhan demokrasi Amerika Serikat.

Bacaan Lainnya

“Kemarin, dalam pandangan saya, adalah salah satu hari tergelap dalam sejarah bangsa kita. Serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap demokrasi kita,” kata Biden, Jumat (8/1/2021).

Biden menuduh aparat keamanan tidak tegas terhadap pendukung Trump yang berbuat kericuhan. Menurutnya, aparat keamanan akan lebih ‘berani’ ketika menindak tegas para demonstran anti rasisme.

“Tidak ada yang bisa memberi tahu saya bahwa jika itu adalah sekelompok (demonstran) Black Lives Matter yang memprotes kemarin … mereka akan diperlakukan sangat, sangat berbeda dari gerombolan preman yang menyerbu Capitol,” kata Biden.

“Itu tidak bisa diterima,” katanya.

Diketahui, kekacauan terjadi di Gedung Capitol AS pada Rabu (6/1) waktu setempat, setelah Trump berminggu-minggu melontarkan tuduhan dan klaim palsu soal kecurangan pilpres. Tuduhan itu berujung pada seruan unjuk rasa dan long march ke Gedung Capitol AS yang mewakili demokrasi AS.

Ribuan pendukung Trump yang berunjuk rasa di luar Gedung Capitol AS, akhirnya menerobos masuk dan melakukan aksi perusakan di dalam gedung. Aksi ini menuai banyak kecaman dan disebut sebagai ‘pemberontakan’ oleh Presiden terpilih AS, Joe Biden, yang akan dilantik pada 20 Januari mendatang.

Beberapa orang yang cedera dilaporkan mengalami serangan jantung hingga patah tulang karena terjatuh dari kerangka besi yang ada di bagian barat Gedung Capitol AS. Tidak dijelaskan lebih lanjut oleh otoritas setempat apakah ada di antara orang-orang ini yang meninggal dunia.

Sebelumnya, seorang wanita yang belum diketahui identitasnya, tewas usai terkena tembakan di dada saat para personel Kepolisian Washington DC menggunakan senjata api mereka untuk menghadapi massa pro-Trump yang menerobos masuk ke Gedung Capitol dan memicu kekacauan.

Beberapa personel kepolisian yang bertugas di lokasi dilaporkan mengalami luka-luka saat bentrok dengan massa pro-Trump, dengan salah satunya dilarikan ke rumah sakit. Contee menyebut sedikitnya 52 orang ditangkap terkait aksi penyerbuan Gedung Capitol AS. (adm3/dtc)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.