Bus Pemkab Mura yang Berisi Rombongan Pengajian Terbalik, Satu Tewas

Bus sekolah milik Pemkab Mura mengalami lakalantas hingga mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan dua orang luka berat.

Muarabeliti, Sumselupdate.com – Diduga dalam pengaruh narkoba, sopir bus sekolah milik Pemkab Musirawas (Mura) tak bisa mengendalikan kendaraannya hingga terbalik.

Peristiwa lakalantas ini terjadi di Jalan Lintas Curup Desa Suban Ayam, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. Minggu (20/1/2019).

Bacaan Lainnya

Akibat lakalantas bus sekolah warna kuning nopol BG 7325 GZ ini mengakibatkan satu orang penumpang bus tewas dan dua luka berat.

Dari data himpun korban tewas bernama Supartini (60), warga Kali Bening, Kecamatan Tugumulyo. Korban meninggal dunia setelah paha kiri dan tangan kiri remuk.

Sedangkan dua korban luka berat yakni Miswan (48), warga yang sama mengalami luka lebam dan patah tangan kanan.

Lalu, Awaludin (65), warga yang sama mengalami luka robek di kepala kanan atas dan patah tangan kanan.

Sementara untuk sopir bus  Bastian Eko Saputra (26), warga RT 006, Kelurahan Muara Kelingi, Kecamatan Muara Kelingi, Kabupaten Mura mengalami luka lecet di siku kanan.

Saat ini sopir maut masih diamankan di Unit Laka Satlantas Polres Rejang Lebong. Ketika dites urine, sang sopir positif mengonsumsi narkoba.

Informasi yang dihimpun dari aparat Unit Laka Satlantas Polres Mura, bus sekolah sarat penumpang rombongan pengajian dari Desa Kali Bening, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Mura hendak berwisata.

Diduga bus sekolah mengalami lepas kendali sehingga terguling dan terseret ke sisi kanan jalan dari arah Kota Lubuklinggau menuju Curup, Kabupaten Rejang Lebong dan masuk ke pemukiman masyarakat dan rusak berat.

Kapolres Mura, AKBP Suhendro, SIK melalui Kasat Lantas, AKP Dani Prasetya, SIK, MM didampingi Kanit Laka, Ipda Kosim membenarkan adanya kejadian laka lantas bus tersebut.

“Kejadian tersebut di luar wilayah hukum Polres Mura. Kita berkoordinasi dengan Satlantas Polres Rejang Lebong. Saat ini para korban mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit,” tegasnya.

Dia mengakui, untuk pengemudi bus sendiri telah diamankan. Hasil pemeriksaan tes urine yang dilakukan positif mengandung ampetamin.

“Sopir bus Bastian Eko Saputra telah diamankan di Mapolres Rejang Lebong. Hasil pemeriksaan juga pengemudi bus memiliki surat izin mengemudi (SIM) B1 biasa,” jelasnya.

Dia  menegaskan pihaknya dalam waktu dekat akan menginventarisir para pengemudi kendaraan dinas Pemkab Mura.

Bahkan, berkoordinasi dengan Satnarkoba dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten Mura untuk melakukan tes urine para pengemudi kendaraan dinas.

“Kita mengharapkan agar kejadian seperti ini tidak terjadi kembali. Apalagi, kendaraan dinas tersebut syarat penumpang,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui amfetamin adalah kelompok obat psikoaktif sintetis yang disebut sistem saraf pusat (SSP) stimulants.stimulan.

Amfetamin merupakan satu jenis narkoba yang dibuat secara sintetis dan kini terkenal di wilayah Asia Tenggara. Amfetamin dapat berupa bubuk putih, kuning, maupun coklat, atau bubuk putih kristal kecil. (ain)

 

 

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.