Martapura, Sumselupdate.com – Sampai saat ini pengrajin songket di Desa Gunung Batu, Kecamatan Cempaka, Kabupaten OKU Timur masih dihadapkan pada kendala pemasaran dan modal. Karena itu pengrajin songket Gunung Batu berharap ada perhatian pemerintah.
Hal itu diungkapkan Farida (48), pengrajin songket Desa Gunung Batu saat kunjungan kerja Ketua TP PKK Sumsel Hj Febrita Lustia Herman Deru di Rumah Dinas Bupati OKU Timur HM Kholid Mawardi S.Sos, MSi, Senin, (3/12/2018).
Menurut Farida untuk satu lembar songket Gunung Batu jika dikerjakan secara terus menerus bisa diselesaikan dalam tempo 10 hari. Sedangkan untuk tingkat kerumitannya tergantung motif, juga songket Gunung Batu memiliki varian motif seperti motif bunga mawar, nampan merah, naga dan lainnya.
“Kita mendapat bahan baku untuk membuat songket ini dari Palembang yakni berupa rungsen, benang mas, benang pakan, dan untuk harga jual songket Gunung Batu juga tergantung dengan motif dan tingkat kerumitannya, harga berkisar dari Rp 1 juta hingga lebih. Kini songket dari Bumi Sebiduk Sehaluan ini dipasarkan ke Palembang,” ungkapnya.
Dia juga menambahkan, hingga kini belum ada bantuan modal dari pemerintah dan berharap pemerintah dapat membantu dalam hal pemasaran serta pembinaan, tujuannya agar songket dari daerah ini bisa lebih berkembang dan maju sehingga bisa diterima di pasar yang lebih luas. “Kita sangat berharap ada bantuan modal dan pemasaran dari pemerintah, sebab jika kami produksi banyak kami kebingungan hendak menjualnya kemana,” jelasnya.
Sementara itu untuk kualitas songket Gunung Batu tidak kalah bagus dari songket daerah lain. Terbukti banyak penggemar songket yang mencari songket Gunung Batu. karena sejak era 1980 an songket dari Desa Gunung Batu ini sudah ada pengrajinnya meski untuk pengembangkannya tidak gampang, karena butuh dukungan dari pemerintah.
Ditempat yang sama Ketua TP PKK Sumsel Hj Febrita Lustia Herman Deru menambahkan, TP PKK provinsi berkunjung ke daerah-daerah untuk mencari keunggulan di setiap daerah. Salah satunya songket Gunung Batu yang nanti bisa dijual ke gerai Dekranasda Sumsel yang ada di kawasan Kampus Palembang. “Selama ini orang tahunya songket dan jumputan itu dari Palembang orang tidak tahu tentang songket Gunung Batu sehingga unggulan-unggulan daerah harus digali,” imbuhnya.
Menurut Bupati OKU Timur HM Kholid Mawardi S.Sos, MSi, Pemerintah sudah melakukan pembinaan terus m, namun motifnya harus beragam jangan monoton sehingga lebih menarik lagi. Karena dengan motif yang bagus akan lebih menarik dipasaran. “Untuk maju harus bermitra dengan pengusaha yang sudah lebih maju, pembinaan akan terus dilakukan oleh pemerintah”, tegasnya. (mat)











