Palembang, Sumselupdate.com – Nasib malang dialami seorang mantan Ibu PKK yang tak ingin menerima tawaran rujuk dari oknum Kades Ibul Besar Kecamatan Pemulutan Ogan Ilir, karena satu unit sepeda motor miliknya diambil paksa mantan suaminya itu.
Tak hanya motor yang dirampas, akibat penolakan yang dilakukan Yulia (30) dia juga diduga diancam akan dibunuh oleh terlapor yakni Muhammad Nazori.
“Akhir Desember 2023 lalu kita cerai, namun baru lima hari dia datang ke rumah orang tua saya dengan membawa linggis memaksa saya untuk rujuk yang jika nolak akan dibunuh,” ucap Yuli.
Disebut bahkan, oknum kades itu sempat menginap tiga hari di rumah orang tua Yulia. Lalu sempat pulang ke rumahnya dan kembali lagi untuk membawa motor milik Yulia jenis Yamaha N Max dengan Nopol BN 3242 EC.
Terkait kasus ini dilaporkan Yulia ke SPKT Polda Sumsel pada Senin (22/01/2024) dengan nomor laporan LP/B/79/1/2024/SPKT/Polda Sumatera Selatan.
Baca juga : Pelajar SMP Nekat Rampas Motor dan Handphone Teman Perempuannya
Beruntungnya, setelah empat bulan lebih Yulia mendapatkan kabar jika unit kendaraan yang sempat diambil paksa mantan suaminya itu telah diamankan Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel.
“Saya berharap kalau pelaku juga ditangkap,” ucap Yulia yang datang didampingi Kuasa Hukumnya Lani Nopriansyah SH didampingi rekannya Andi Wijaya SH dan Febri Gandy Yudha SH.
Lani juga menyampaikan apresiasi terhadap tindakan yang dilakukan oleh Subdit Jatanras Polda Sumsel telah berhasil mengamankan motor milik kliennya itu.
Baca juga : Gunung Marapi Muntahkan Lahar Dingin, Korban Jiwa Capai 37 Orang
“Dalam perkembangan laporan klien kami penyidik sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan berdasarkan SP2HP yang kami terima penyidik akan melakukan pemeriksaan saksi ahli pidana. Semoga saja laporan klien kami ini menjadi atensi penyidik untuk menangkap pelaku perampasan,” ungkapnya
Terkait itu, Kasubdit Jatanras Polda Sumsel AKBP Yunar Hotma Sirait Parulian SIK melalui Kanit 3 AKP Ardan Richard Lebo SIK membenarkan.
“Sampai sekarang kita masih penyidikan,” ucap dia. (**)











