Martapura, Sumselupdate.com – Bupati OKU Timur HM Kholid Mawardi, SSos, MSi melakukan panen padi organik bersama di Desa Sukaraja, Kecamatan Buay Madang Raya, Selasa (6/8/2019).
Panen bersama dilakukan ketika tanaman padi lain mulai kekeringan dan diserang hama wereng, hal tersebut membuktikan bahwa tanaman padi organik bisa dipanen disaat hama wereng menyerang padi lain.

Tanaman padi organik tersebut merupakan jenis beras merah yang saat ini diminati masyarakat. “Padi merah yang dipanen ini terdiri dari dua jenis yaitu beras merah yang bibitnya berasal dari Sukamandi dan beras merah yang bibitnya berasal dari Kabupaten Wonogiri. Kalau yang dari Sukamandi baik padi maupun berasnya tidak terlalu merah tapi sangat pulen. Sementara yang berasal dari Wonogiri padi dan berasnya berwarna merah,” ujar Kholid.
Diketahui hama wereng yang menyerang seluruh tanaman padi di OKU Timur hanya 1,5 persen saja dari seluruh luas tanaman padi yang ada di bumi sebiduk sehaluan ini, hal tersebut membuktikan bahwa serangan hama wereng tidak berdampak banyak pada produksi beras di OKU Timur.
Ditambahkan Kholid, bidang pertanian selalu berkaitan dengan bidang lain seperti perikanan dan peternakan.
Kemudian bagaimana dari sektor ini masyarakat OKU Timur bisa maju dan sejahtera. Sebagai kabupaten lumbung pangan, OKU Timur tidak akan kekurangan pangan. Dalam setahun produksi padi OKU Timur mencapai 1 juta ton gabah kering panen (GKP) atau setara 650 ribu ton beras.
“Sementara tingkat konsumsi beras masyarakat OKU Timur untuk 700 ribu jiwa hanya menghabiskan 70 ribu ton beras per tahun. Sisanya 500 ribu ton lebih dijual keluar OKU Timur hingga ke Pulau Jawa. Kemudian langkah kita untuk memutus hama penyakit pada padi adalah mensosialisasikan kepada petani untuk menanam padi dua kali dan satu kali tanaman palawija dalam satu tahun. Dengan siklus padi, padi dan palawija maka serangan hama seperti wereng akan dengan mudah diatasi,” pungkasnya. (adv/mat)










