Palembang, Sumselupdate.com — Bukan kemiskinan yang ditakutkan Nabi Muhammad SAW, akan tetapi beliau berkata dirinya takut kalau umatnya jadi kaya.
Dr Zaidul Akbar, membahas mengenai pandangan Nabi Muhammad SAW tentang harta benda yang dimiliki umat muslim di dunia.
Berdasarkan terjemahan hadisnya, Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam takut umatnya itu suatu hari kelak berlimpah harta, jadi yang takutkan itu bukan kemiskinan tapi justru malah kekayaan.
Kekhawatiran Nabi pada harta yang dimiliki, yakni bisa membawa dampak negatif bagi kehidupan umat muslim.
Menurut Dr Zaidul Akbar, harta yang melimpah bisa menjadi fitnah atau ujian bahkan harta bisa membuat seseorang lalai beribadah, menjadi sombong, bahkan lupa bersyukur.
Tak hanya itu, harta yang berlebihan juga bisa menumbuhkan cinta yang berlebihan terhadap dunia dan melupakan akhirat.
Baca Juga: Panas Badan Tinggi, Resep Herbal Ini Diyakini Ustad Dr Zaidul Akbar Mampu Cepat Turunkan Panas Badan
Dr Zaidul Akbar mengatakan, umat muslim yang memiliki harta berlimpah diharuskan untuk bersedekah, membantu orang lain dan berinfak.
Alasan Nabi Muhammad khawatir akan umatnya menjadi kaya raya, diterangkan Dr Zaidul Akbar, pertama yakni potensi kelalaian ibadah dan kewajiban agama.
Kedua berlimpahnya harta yang dimiliki umatnya bisa menjadi cinta berlebihan pada kehidupan dunia, Nabi khawatir umatnya akan fokus pada kesenangan dan kenikmatan dunia dan lupa akhirat.
Kemudian ketiga penyalahgunaan harta, jika tidak dikelola dengan baik bisa menyebabkan penyalahgunaan, seperti penggunaan hal-hal yang haram.
Baca Juga: Apa Beda Talak 1, 2, 3 dan Bagaimana Proses Rujuknya? Yuk Simak Penjelasan Ustad Abdul Somad
Ke empat yakni kekayaan menggoda untuk melakukan dosa, seringkali kekayaan yang dimiliki menjadi pintu untuk melakukan dosa dan maksiat, penipuan, korupsi.
Selanjutnya harta yang berlimpah, bisa melemahkan umat manusia lemah akan ketergantungan pada Allah, karena merasa kehidupannya sudah tercukupi.
Kemudian kekayaan juga dapat memicu persaingan tidak sehat, iri hati, kedengkian di antara sesama umat.
Maka dari itu, diungkapkan Dr Zaidul Akbar, umat muslim diajarkan Nabi untuk selalu menjaga keseimbangan antara dunia dan akhirat, pergunakan harta dengan baik dan bijaksana. (**)











