Muaraenim, Sumselupdate.com – Seorang Warga Negara Cina yang bekerja di PLTU Tanjung Lalang dirawat di RSUD dr HM Rabain, Rabu (29/1/2020). Dirawatnya pasien ini membuat gempar masyarakat Muaraenim, sebab beredar isu jika pasien tersebut terinfeksi novel coronavirus atau virus corona.
Isu tersebut menyebar luas di tengah masyarakat akibat adanya postingan salah seorang pengguna media sosial Facebook.
Tak ingin masyarakat resah, Direktur RSUD HM Muaraenim dr Hendri Yatno angkat bicara menjawab isu tersebut.
Didampingi tim medis untuk penanganan wabah Corona, Hendri menepis kabar adanya pasien terpapar virus corona yang dirawat di RSUD HM Rabain.
“Memang benar ada pasien warga negara Tiongkok. Tapi setelah dilakukan penanganan, pasien tersebut didiagnosa menderita insfeksi saluran pernapasan atas (ISPA) yang bukan memenuhi kriteria pneumonia corona virus,” tegasnya.
Ia juga meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya isu yang dihembuskan oleh pengguna media sosial.
“Masyarakat bisa tenang, hingga saat ini dan insyaAllah tidak akan ada pasien yang dirawat akibat corona virus,” ungkapnya.
Dalam penanganannya, Hendri mengatakan saat pasien tersebut tiba di RSUD Rabain, pihaknya langsung menjalankan alur pemeriksaan suspect corona virus yakni memeriksa gejala-gejala awal, misalnya memeriksa apakah pasien mengalami demam, batuk dan sesak atau gangguan pernapasan.
Pihaknya juga memastikan apakah pasien tersebut memiliki riwayat perjalanan ke Cina dalam dua minggu terakhir.
“Diketahui pasien hanya batuk dan demam namun tidak memiliki masalah pernapasan serta tidak memiliki riwayat perjalan ke Cina dalam dua minggu terakhir. Selain itu setelah dirontgen tidak ditemukan adanya gejala pneumonia,” ungkapnya.
Walau sebelumnya dikabarkan pasien diduga kontak langsung dengan sesama warga negara Cina, lanjutnya, namun setelah diteliti ternyata divisinya lain.
Meski telah didiagnosa mengalami ISPA, Hedriyanto mengungkapkan, pihaknya tetap melakukan isolasi terhadap pasien tersebut. Hal ini dilakukan untuk menghindari kemungkinan-kemungkinan yang bisa saja terjadi.
“Kami isolasi agar lebih aman,” imbuhnya.
Setelah dilakukan penanganan, kondisi pasien kini mulai membaik. Dengan demikian, pihaknya tidak mencurigai pasien tersebut tidak terkena coronavirus. (azw)











